Modus Jual Kavling, Sukirman Asal Semarang Gelapkan Uang Korban Hingga Ratusan Juta

Kasus penipuan atau penggelapan kembali berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Salatiga

Modus Jual Kavling, Sukirman Asal Semarang Gelapkan Uang Korban Hingga Ratusan Juta
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menginterogasi tersangka penipuan kavling tanah saat gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kasus penipuan atau penggelapan kembali berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Salatiga.

Kali ini penipuan atau penggelapan yang dilakukan tersangka Sukirman (51) warga RT 06/RW 06 Dusun Trangkil, Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang dengan modus menjual tanah kavling.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan tersangka terbukti melakukan penipuan kepada korban Theresia Supriyatiningsih warga RT 07/RW 01 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang atas sebidang tanah di Dusun Sodong, Desa Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang bukan miliknya.

“Kami lakukan penangkapan terhadap tersangka ini ketika sedang melakukan transaksi di wilayah hukum Kota Salatiga.

Adapun modus yang bersangkutan menawarkan tanah melalui brosur dan media sosial,” terangnya dalam gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Kamis (16/5/2019)

Menurut AKBP Gatot, uang dari hasil penipuan tersebut berdasarkan pengakuan tersangka digunakan untuk membeli tanah di daerah Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Ia menambahkan, agar para korban percaya bahwa tanah yang ditawarkan tidak bermasalah pelaku menawarkan harga murah dan dapat dikavling orang per orang.

Tidak hanya itu, pelaku Sukirman (51) tersebut juga mendirikan kantor pemasaran “Kavling Berkah Sukirman’ yang beralamat di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) Kelurahan, Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga sekaligus lokasi transaksi dengan korban pada Minggu (17/7/2016) sekira pukul 11.00 WIB.

“Dari pengakuannya korban berjumlah 12 orang, hanya saja yang melapor baru satu. Total kerugian diperkiran mencapai Rp 243,5 juta.

Atas bukti-bukti yang didapat penyidik dan keterangan para saksi pelaku terbukti melanggar pasal 378 KUHP atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” katanya

Ia menambahkan, atas penangkapan itu petugas menyita sejumlah barang bukti diantaranya 12 lembar kwitansi pembayaran tanah kavling milik korban, kemudian 1 lembar brosur, dan dua lembar surat penjanjian jual beli.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat supaya sebelum melakukan transaksi jual beli tanah agar menanyakan kepada pihak yang berkompeten dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) masing-masing daerah.

“Lalu, jangan mudah tergiur dengan iming-iming harga tanah murah. Mudah pengurusannya, dan janji-janji lain dari pemasar atau pengembang,” jelasnya

Kepada wartawan tersangka Sukirman (51) mengaku dalam operandinya melakukan pemungutan terhadap korban bervariasi dengan sistem angsuran dan minimal memberikan uang muka sebesar Rp 20-30,5 juta per orang.

“Saya menawarkan harga murah dengan fasilitas umum apabila perumahan sudah selesai dibangun. Sistem pembayaran diangsur uang muka bervariasi, sementara promosi menggunakan brosur dan media sosial,” pungkasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved