Pengamat Politik Undip : People Power Rawan Menimbulkan Kekacauan

Beberapa waktu belakangan istilah people power sering muncul setelah pemungutan suara Pemilu 2019.

Pengamat Politik Undip : People Power Rawan Menimbulkan Kekacauan
rival al manaf
Muchammad Yulianto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Beberapa waktu belakangan istilah people power sering muncul setelah pemungutan suara Pemilu 2019. Namun, apakah itu people power?

Negara mana yang pernah, apa pemicunya, dan bagaimana dampaknya dosen komunikasi politik FISIP Undip, Muchammad Yulianto memberi penjelasan.

Ia menyebut people power adalah penggulingan kekuasaan presiden atau kepala negara secara paksa melalui aksi demonstrasi.

Alat yang dipakai adalah kekuatan massa yang digunakan untuk menekan secara masif dan berulang.

Dalam catatannya, people power pernah terjadi di Indonesia dan di negara-negara lainnya. Di negeri ini pada tahun 1998 pemerintahan Soeharto digulingkan dengan aksi serupa.

Di Filipina, pada tahun 1986 kepemimpinan Ferdinand Marcos juga digulingkan dengan cara yang sama. Selain itu ada juga beberapa contoh di negara lain seperti Hosni Mubarak di Mesir hingga Khaddafi di Libya.

Tokoh-tokoh tersebut digulingkan dengan menggerakan massa turun ke jalan dan dilakukan secara terus menerus.

"Dilihat dari yang sudah ada di negara lain dan pengalaman terdahulu kita, people power terjadi karena ada musuh bersama," terang Yulianto kepada Tribun Jateng, Kamis (16/5/2019).

Ia mencontohkan pada 1998 musuh bersama rakyat Indonesia adalah pemerintahan Soeharto.

"Saat itu kondisi ekonomi masyarakat menurun, pemerintahan sudah berkuasa terlalu lama penindasan dan pelanggaran HAM terjadi, faktor-faktor itu yang kemudian memunculkan sosok musuh bersama masyarakat," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved