PSK Bermotor dengan Tarif Rp 150 - 200.000 di Semarang, Mangkal Setelah Razia Petugas

PSK yang beroperasi rata-rata menggunakan sepada motor di sepanjang jalan tersebut. Mereka mematok tarif sekali berkencan berkisar Rp 150-200 ribu.

PSK Bermotor dengan Tarif Rp 150 - 200.000 di Semarang, Mangkal Setelah Razia Petugas
Businessinsider
Ilustrasi PSK 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- "Ngamar mas". Celatuk satu di antara penjaja kenikmatan semu yang mangkal di sepanjang Jalan Imam Bonjol Semarang, Selasa (14/5) malam lalu.

Maraknya penjaja seks komersial tersebut cukup mengejutkan.

Mengingat, selama Ramadan, kompleks Resosialisasi dan Rehabilitasi Argorejo atau yang dikenal dengan lokalisasi Sunan Kuning di Kelurahan Kalibanteng Kulon RT 3 RW IV, Semarang Barat, ditutup.

PSK yang beroperasi rata-rata menggunakan sepada motor di sepanjang jalan tersebut. Mereka mematok tarif sekali berkencan berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Para pekerja seks komersial (PSK) itu terlihat santai. Pantauan Tribun Jateng, dari pukul 21.00 hingga 00.00 tidak ada petugas Satpol PP yang melakukan razia di tempat tersebut.

"Aman tidak bakal ada razia," ucap seorang PSK saat ditanya soal razia.

Kokom, sebut saja begitu, mematok harga Rp 150 ribu sekali berkencan. Harga tersebut belum termasuk kamar yang digunakan untuk melakukan proses eksekusi.

"Nanti kamar harganya Rp 80 di hotel yang ada di sekitar jalan sini," tuturnya.

Dia meyakinkan selama bulan Ramadan belum pernah terjadi razia di wilayah tersebut. Bahkan, dirinya menjamin tidak akan ada Satpol PP yang berpatroli.

"Sampai sekarang belum ada razia," tandasnya.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved