Yuk Donor Darah! Stok Darah A dan O di Kota Semarang Habis

Persediaan darah A dan O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang sementara ini kosong. Kekosongan telah terjadi dua hari terakhir.

Yuk Donor Darah! Stok Darah A dan O di Kota Semarang Habis
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Ilustrasi donor darah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Persediaan darah A dan O di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang sementara ini kosong. Kekosongan telah terjadi dua hari terakhir.

Kepala Bagian Pelayanan Donor, Yusti Triwianti menyebutkan, persediaan darah A dan O tidak pernah mengendap. Ketika mendapat stok darah tersebut pada malam hari, stok tersebut habis pada pagi harinya. Sementara, stok darah B dan AB masih ada yang mengendap. Saat ini jumlah stok darah B dan AB sekitar 200 kantong.

"Meski jadwal donor sehari penuh, tapi malam hari ada, pagi hari langsung habis. Stoknya tidak pernah ngendap selalu keluar lagi. Kalau darah B dan AB stok ada yang ngendap," tutur Yusti, Jumat (17/5).

Kekosongan stok darah A dan O ini, kata Yusti, disebabkan lantaran pada bulan Ramadan ini jumlah pendonor semakin turun. Penurunan mencapai 20 hingga 40 persen.

Pada bulan biasa, jumlah pendonor mencapai 7.000 pendonor sedangkan pada bulan Ramadan ini, jumlah penonor hanya sekitar 3.000. Sedangkan, jumlah pasien yang membutuhkan tetap sama.

"Itu saja tidak semua memenuhi syarat bisa diambil darahnya," tutur Yusti, Jumat (17/5).
Yusti menyebutkan, penurunan jumlah pendonor dikarenakan adanya anggapan bahwa donor pada saat berpuasa bisa membatalkan puasa. Namun, pihaknya telah mengantisipasi dengan membuka pelayanan donor darah selama 24 jam.

"Kalau tidak bisa donor siang hari, Jadi, masyarakat bisa donor setelah berbuka puasa atau setelah tarawih. Kami tetap melayani hingga 24 jam," ujarnya.

Dikatakannya, PMI berupaya semaksimal mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk melakukan berbagai hal untuk meningkatkan jumlah pendonor, seperti memberi apresisasi berupa 2,5 kg beras.

Upaya jemput bola juga terus dilakukan. Setiap Sabtu dan Minggu pihaknya fokus menjaring pendonor di gereja-gereja yang ada di Kota Semarang. Pada hari biasa, mobil donor darah juga selalu melakukan tarawih keliling mengikuti jadwal Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

"Kalau pagi hari biasanya mobil donor kami standby di depan gerbang Undip Tembalang, kalau sore biasanya di Jalan Pahlawan dan Jalan Pandanaran dekat Bandeng Juwana," imbuhnya.
Petugas RS Elisabeth, Yustinus Setiyanto mengakui, sudah dua hari ini dia cukup kesulitan mendapatkan darah A dan O dari PMI.

"Hari ini saya meminta tiga kantong darah O. Dari tadi pagi, saya baru dapat 1 kantong saja," katanya saat mengantre mengambil stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kota Semarang.
Sementara itu, pendonor, Intan Aliva terpaksa mengurungkan niatnya untuk berdonor saat mendatangi kantor PMI lantaran tensi darah yang tidak mencukupi.

"Sebenarnya pengen donor. Sekalian itung-itung sedekah. Tapi gimana lagi, tadi syaratnya tidak mencukupi kok. Besok coba ke sini lagi," tuturnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved