Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Helikopter TNI Hilang Kontak, Orang Tua Serda Dita Ilham Berharap Anaknya Selamat

Hati orang tua mana yang tidak hancur, ketika anak kebanggaannya yang sedang bertugas sebagai personil TNI mengalami kecelakaan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
Subandi (ayah dari Serda Dita Ilham Primojati) salah satu penumpang helikopter TNI AD asal Banyumas yang dilaporkan hilang kontak saat ditemui di rumahnya, pada Sabtu (29/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Hati orang tua mana yang tidak hancur, ketika anak kebanggaannya yang sedang bertugas sebagai personil TNI mengalami kecelakaan.

Sambil menyeka air mata, Subandi yang merupakan ayah dari Serda Dita Ilham Primojati mengungkapkan kesedihannya.

Helikopter TNI AD yang ditumpangi anaknya tersebut hilang kontak di Papua dan sampai saat ini belum ditemukan.

Dari 12 orang penumpang helikopter, satu diantaranya adalah atas nama Serda Dita Ilham Primojati, yang merupakan warga Desa Kemutug Kidul, RT 8 RW 1, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Pihak keluarga menerima kabar jika helikopter telah hilang kontak sejak kemarin.

Serda Dita Ilham Primojati atau biasa disapa Ilham merupakan alumni siswa SMA Penerbangan Yogyakarta.

Selesai menempuh pendidikan di Bandung, Serda Ilham langsung ditempatkan di Kesatuan Squadron 31 Ahmad Yani, Semarang.

"Dia sudah 4 tahun dinas di Semarang, bahkan kemarin sempat menempuh pelatihan bahasa Rusia.

Dia bercerita jika pemerintah akan menjalin kerjasama dengan Rusia dalam hal pembelian pesawat, sehingga dia yang merupakan mekanik mesti menguasai bahasa Rusia," ujar Subandi kepada Tribunjateng.com.

Pria kelahiran 6 Desember 1995 tersebut, awalnya bercita-cita menjadi seoarang pilot.

"Awalnya anak saya ingin menjadi pilot.

Akan tetapi nasib berkata lain, dia justru akhirnya diterima masuk TNI melalui jalur prestasi, di TNI Penerbad," tambahnya.

Ketika bercerita kepada Tribunjateng.com, Subandi menceritakan kebiasaan anaknya yang selalu menjemputnya di Simpang Lima Semarang.

"Kalau saya lagi ke Semarang yang di jemput di Simpang Lima, lalu menginap di Messnya," ujarnya.

Terkahir kali dia pulang ke Banyumas adalah pada saat momen libur lebaran kemarin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved