Ini 4 Pesan Khusus Gubernur DIY untuk Trase Tol Disampaikan ke Pemerintah Pusat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY telah menyetujui kebijakan untuk pembangunan jalan tol di Yogya-Solo maupun Yogya-Bawen.
TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY telah menyetujui kebijakan untuk pembangunan jalan tol di Yogya-Solo maupun Yogya-Bawen.
Namun, untuk saat ini pihak Pemprov masih akan menunggu kebijakan teknis selanjutnya.
"Secara kebijakan setuju. Gubernur sudah setuju dan Menteri juga setuju," ujar Sekda DIY, Gatot Saptadi saat dijumpai Tribunjogja.com di Kepatihan, Jumat (28/6/2019).
Menurut Gatot, pihaknya akan melihat kebijakan teknisnya setelahnya.
Untuk trasenya pun akan mengikuti setelahnya.
• 9 Janji Jokowi-Maruf Jika Menangi Pilpres: Pemenuhan HAM Hingga Rehabilitasi Lingkungan Hidup
Hal ini berlaku untuk rencana pembangunan tol di seluruh DIY, baik Bawen-Yogya, Yogya-Solo, atau Solo-Cilacap yang melewati Yogya.
"Nanti apakah akan lewat Selokan Mataram, tidak masuk bandara, lewat Manisrenggo itu nanti dituangkan, " ujar Gatot.
Empat Pesan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo menyebut ada empat pesan terkait dengan rencana pembangunan jalan tol di DIY.
Empat pesan ini yang menjadi arahan dari Gubernur juga sudah disampaikan ke pemerintah pusat.
"Kami telah menyampaikan empat pesan dari Gubernur DIY tersebut dan telah ada kesepakatan dengan Pemerintah Pusat terkait trase-trase yang akan dilewati tol di DIY," jelasnya.
• Sri Sultan HB X Setujui Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta dan Solo-Yogyakarta
Pesan itu di antaranya adalah karena banyaknya situs-situs bersejarah, maka dibatasi pula agar trasenya tidak mengenai atau menghindari situs tersebut.
Selain itu, keberadaan tol itu harus memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi masyarakat.
Adanya keterbatasan lahan juga harus menjadi pertimbangan, sehingga sedikit mungkin jalan tol itu tidak banyak membebaskan lahan.
Kemudian karena jalan tol tersebut akan membelah kawasan sehingga sedikit mungkin meminimalkan kampung-kampung atau permukiman warga yang dibelah.