Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengurus Pusat Harus Turun Tangan

Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau kini terbelah, pasca adanya Musda tandingan yang digelar Rabu kemarin.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo

Laporan : Syafruddin

PEKANBARU, TRIBUN- Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Riau kini terbelah, pasca adanya Musda tandingan yang digelar Rabu kemarin. Dalam Musda yang dihadiri beberapa Pengcab FPTI tersebut, akhirnya memilih Jefri Noer sebagai ketua umum masa bakti 2011-2015.

Namun Musda yang digelar oleh Pengcab FPTI ini, tidak diakui pengurus Pengprov FPTI yang di bawah komando Rusli Ahmad. Menurut mereka, meski masa jabatan kepengurusan Rusli Ahmad berakhir 23 Januari 2011 kemarin, namun yang berhak menggelar Musda itu adalah Pengprov FPTI. Bukan Pengcab yang nota benenya menjadi peserta Musda.

Karenanya,m pengurus Pengprov FPTI tetap tidak mengakui hasil Musda kemarin. Bahkan mereka akan menggelar Musda, dengan waktu bersamaan Rakerda di Hotel Labersa Siak Hulu, 10 Februari mendatang.  

Menanggapi masalah ini, Kabid Organisasi KONI Riau Edwar Sanger mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi dengan hasil Musda yang digelar kubu Pengcab kemarin. Namun menurutnya, berdasarkan prosedur organisasi, Musda itu seharusnya digelar Pengprov cabor tersebut. Bukan Pengcab.

Tapi apapun yang terjadi di tubuh FPTI itu, Pengurus Pusat FPTI lah yang paling bertanggung jawab. Pengurus pusat tersebut harus segera turun tangan dan menyelesaikan permasalahan ini. "Kita tak tahu masalah intern mereka. Baiknya mereka selesaikan lebih dulu. Yang jelas, KONI tidak bisa merekomendasi hasil Musda ini, jika tidak sesuai aturan AD/ART," kata Edwar kepada Tribun, Jumat (4/2).

KONI sendiri berjanji akan menyisir untuk menentukan legalitas masing-masing kubu yang menggelar Musda tersebut.  Bagi kubu yang sudah menggelar Musda, KONI akan meminta hasilnya. Begitu juga dengan yang akan melakukan Musda.

"Kita akan minta laporannya, setelah itu kita telaah legalitas masing-masing. Mana yang benar. Itu lah nanti yang akan kira rekomendasikan ke pusat," paparnya. Namun KONI selaku pembina olahraga di Riau, meminta pengurus pusat cabor ini harus menyelesaikan ini segera, agar tidak mengakar.

Karena permasalahan intern mereka, hanya induk cabornya lah yang lebih tahu. Termasuk peraturan Musda sesuai dengan AD/ART mereka. "Kita harapkan semuanya baik-baik saja lah," pintanya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved