Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Panik Keracunan Makanan Hajatan

Kades Redang, Seko Kasmiran, kepada Tribun, di daerahnya ada tradisi undangan merantang, yaitu datang ke rumah-rumah warga mengantarkan rantang.

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo

Laporan : Boandrew Salam

Lirik, Tribunnewspekanbaru.com -Kades Redang, Seko Kasmiran, kepada Tribun, di daerahnya ada tradisi undangan merantang, yaitu datang ke rumah-rumah warga mengantarkan rantang. "Tapi zaman sekarang ini, masyarakat menggantinya menggunakan kotak," kata Seko.

Ia menambahkan, ternyata istrinya juga memakan makanan itu dan harus terpaksa harus dibawa ke rumah sakit pada Jum'at (11/2) dini hari. Ternyata bukan hanya istrinya yang keracunan tetapi banyak warga lainnya yang juga mengalami hal serupa. "Ada sekitar ratusan orang yang keracunan, tapi saya tidak sempat mencatat datanya, karena sibuk mengurus keluarga dan warga yang keracunan," ujarnya.

Peristiwa seperti ini baru kali ini terjadi di daerahnya, dan ia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. "Untuk kedepannya, kalau mau mengadakan acara seperti ini harus dibentuk panitia. Agar masakan dan bahan-bahannya benar-benar terkontrol," tuturnya.  

Kapolsek Lirik AKP Dwi Kormal, saat dikonfirmasi Tribun, mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula pada tradisi masyarakat Lirik. Jika seseorang akan melangsungkan pesta pernikahan, pihak keluarga biasanya membagi-bagikan makanan kepada masyarakat beberapa hari sebelum pesta pernikahan tersebut dimulai.

"Keluarga yang punya hajatan membagikan nasi rantangan kepada masyarakat Desa Redang Seko, pada Kamis (10/2) sore. Kemudian masyarakat memakan nasi rantangan tersebut, sekitar Jum'at (11/2), pukul 04.00 WIB, masyarakat langsung muntah-muntah, diduga akibat keracunan makanan," kata Dwi Kormal.

Pihak kepolisian baru menerima laporan keracunan massal ini sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu 304 orang telah mengalami keracunan dan dirawat di Puskesmas Lirik, Puskesmas Ukui, dan di beberapa klinik. "Jum'at malam hanya tiga orang korban yang masih dirawat di Puskesmas, yang lainnya sudah boleh pulang." ujarnya.

Tindakan yang diambil oleh kepolisian, yaitu mengambil sampel makanan yang dimasak, sisa makanan di rumah korban, dan muntahan korban. "Besok (hari ini -red) semua sampel akan kita bawa dan periksakan ke Laboratorium BPPOM Pekanbaru, sedangkan keluarga yang punya hajatan dan tukang masak masih diperiksa dalam status saksi," katanya.


Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved