Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Binaraga Pertandingkan 7 Kelas di PON

Cabang binaraga akhirnya resmi menambah satu kelas yang dipertandingkan pada PON tahun 2012 mendatang

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
Laporan : Syafruddin

PEKANBARU, TRIBUN-  Cabang binaraga akhirnya resmi menambah satu kelas yang dipertandingkan pada PON tahun 2012 mendatang. Kelas yang ditambah itu kelas 75 Kg, hasil kesepakatan PB Binaraga Persatuan Angkat Besi Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, kelas resmi yang dipertandingkan menjadi 7 kelas. Riau sendiri merestui penambahan itu, karena memang Riau punya atletnya, yakni Bunadi. Bunadi masuk kategori binaragawan yang diandalkan Riau mendulang medali nanti pada pesta multi event nantinya.

Ketua Umum Binaraga Persatuan Angkat Besi Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Riau Sanusi Anwar, Senin (21/2) menjelaskan, surat resmi penambahan satu nomor tersebut sudah dikantongi pihaknya.

"Awalnya hanya enam kelas. Harapan beberapa Pengprov (PABBSI) untuk menambah, akhirnya tercapai. Termasu kita," katanya kepada Tribun. 7 kelas yang dipertandingkan pada PON nanti masing-masing kelas 55 Kg, kelas 60 Kg, kelas 70 Kg, kelas 75 Kg, kelas 80 Kg dan kelas 85+ Kg.

Dibandingkan pada PON tahun 2008 lalu di Kaltim, hanya satu kelas yang tidak dipertandingkan di Riau, yakni kelas 85+ Kg. "Itu tidak berpengaruh ke kita. Yang jelas, 7 kelas yang dipertandingkan itu atlet kita ada," terangnya.

Seperti diketahui, cabang binaraga sudah melakukan persiapan atlet jelang PON digelar. Setidaknya, dari 10 atlet yang kini masuk dalam skuad bayangan Pelatda PON, sudah dievaluasi. Hasilnya, delapan atlet yang akan masuk ke tahap II Pelatda PON yang digelar Januari-Desember 2011 mendatang.

Selebihnya, dua atlet dieliminasi. Mereka yang dieliminasi itu masing-masing Nasirwan dan Mulyadi Indra di kelas yang sama 70 Kg. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil penilaian terakhir pihak Binaraga PABBSI Riau, karena keduanya dianggap kalah saing dengan pemilik kelas yang sama, Mulyadi, binaragawan asal Siak.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved