Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kadispenda Kumpulkan Kepala Samsat

Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Riau Said Mukri mengumpulkan seluruh kepala unit pelayanan pembayaran pajak kendaraan yang ada di Riau, Senin (21/2).

Tayang:
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
Laporan : Hengki Septihadi

PEKANBARU, TRIBUN - Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Riau Said Mukri mengumpulkan seluruh kepala unit pelayanan pembayaran pajak kendaraan yang ada di Riau, Senin (21/2). Turut hadir dalam rapat itu unsur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau.

"Memang pertemuan ini sudah diagendakan sebagai rapat koordinasi, tapi khusus untuk kondisi Samsat Pekanbaru Selatan, pada pertemuan itu saya sudah katakan supaya dipercepat penyiapan jaringan komputer untuk membuka loket pelayanan baru. Loket baru di seberang ruangan lokat yang saat ini masih dipakai," kata Said Mukri ketika dikonfirmais Tribun, Senin (21/2) siang.

Said mengatakan, pihaknya tidak memilih untuk mengandalkan pengaturan antrean warga dengan sistem nomor urut. Sebab, jika menggunakan sistem itu, pihaknya khawatir antrean akan sampai ke luar ruangan. "Tapi saya sudah ingatkan kepala UPT untuk mengatur ketertibannya," kata Said Mukri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kondisi Kantor Samsat Pekanbaru Selatan terlihat semrawut. Said pun tak menampik kondisi itu. Malah ia mengatakan, kondisi itu diakibatkan makin meningkatnya jumlah pembayar pajak kendaraan. Terlebih untuk kendaraan roda dua.

Di sisi lain, menurut Said Mukri, pertambahan wajib pajak itu diakuinya tak dapat diikuti oleh kemampuan keuangan daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan. "Kantor pelayanan yang ada di daerah-daerah itu statusnya banyak yang masih pos pembayaran, harusnya sudah menjadi UPT," kata Said.

Mengenai pelayanan publik di Kantor Samsat tersebut, Pengajar Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Hery Suryadi mengatakan, pada dasarnya pelayanan publik adalah hal yang melekat dengan peran dan fungsi pemerintah.

"Pelayanan publik itu inheren dengan tugas dan fungsi pemerintah. Hal yang paling penting adalah mentalitas petugas. Sarana dan prasarana sebatas supporting. Karena melayani menyangkut hubungan antara yang berkuasa dan dikuasai, yang paling menentukan adalah sikap petugas melalui bahasa tubuh dan komunikasi yang baik," kata Hery.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk memperbaiki pelayanan, diperlukan proses rekrutmen yang baik. "Untuk itu diperlukan proses rekrutmen yang baik khusus untuk petugas front office, biasanya melalui assesment test. Di situ tergambar si A punya sifat tertentu, hasilnya apakah seseorang tersebut tepat ditempatkan pada posisi pekerjaannya atau tidak," kata Hery. (hnk)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved