OPRM Dinilai Gagal
Program operasi pangan Riau mandiri (OPRM) yang dirintis sejak 2006 lalu dinilai gagal.
Penulis: ignatius prayogo | Editor: ignatius prayogo
TRIBUNNEWSPEKANBARU.COM - Program operasi pangan Riau mandiri (OPRM) yang dirintis sejak 2006 lalu dinilai gagal. Soalnya, cetak sawah baru hingga kini tak menunjukkan hasil memuaskan. Kegagalam dalam menambah luasan sawah selain dipicu minimnya infrastruktur pertanian, juga tidak berminatnya masyarakat menanam padi.
Anggota Komisi C DPRD Riau, Kirjuhari kepada Tribun, Jumat (25/2/2011) menyatakan, cetak sawah baru yang dijanjikan pemprov Riau jalan di tempat. Hingga kini, lahan tidur tak terkelola dengan baik. Bahkan, di sejumlah daerah yang menjadi sasaran perluasan sawah tak berjalan sesuai target.
"Indikasi kegagalan program OPRM sangat mencolok. Cetak sawah baru tak berjalan baik," kata Kirjuhari.
Politisi Partai Amanat Nasional ini menambahkan, jangankan menambah luas sawah yang terjadi justru penurunan hamparan sawah. Ini disebabkan alih fungsi persawahan menjadi kebun kelapa sawit. Masyarakat, lanjutnya lebih memilih menanam padi dibanding kelapa sawit karena lebih menggiurkan. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan perawatan padi mulai dari bibit, pupuk dan insektisida tidak sesuai dengan harga jual gabah.
"Sawah bukannya tambah luas. Tapi justru malah berkurang karena sudah ditanam sawit. Pemerintah gagal memberi jaminan terhadap komoditas gabah," kata Kirjuhari.
Ia menambahkan, kegagalan OPRM tersebut dikhawatirkan akan memupus harapan terwujudnya swasembada pangan Riau pada 2013 mendatang. (ran)