PT BIG Resmi Milik Persiba

(PT BIG) dalam verifikasi PSSI. Persuhaan yang menaungi Bandung FC tersebut.

PT BIG Resmi Milik Persiba
PT BIG Resmi Milik Persiba

Laporan Wartawan Tribun Jogya / Ois

TRIBUNJATENG.COM BaANTUL- Laskar Sultan Agung pastikan menggunakan PT Bandung Indonesia Golsport (PT BIG) dalam verifikasi PSSI. Persuhaan yang menaungi Bandung FC tersebut digunakan setelah Persiba secara resmi telah mengakuisi PT BIG.

Badan hukum profit yang berdomisili di Bandung ini selanjutnya akan diboyong ke Bantul. Persiba akan memegang kendali penuh sebagai pemegang saham mayoritas sehingga berhak menentukan home base-nya tetap di Bantul.

"Kita sangat menghargai Bandung FC dan kita sama-sama saling membutuhkan. Tapi akuisisi berbeda dengan merger. Persiba buktikan diri punya SDM yang baik," kata Sekretaris Persiba, Wikan Werdo Kisworo, kepada Tribun Jogja, Sabtu (20/8).

Menurutnya kesepakatan Persiba mengambil alih kendali PT BIG dari tangan Bandung FC telah dicapai kedua pihak. Selanjutnya kepengurusan akan ada perubahan setelah seluruh dokumen kedua pihak disatukan dan diserahkan ke PSSI dalam verifikasi 22 Agustus.

Laskar Sultan Agung tidak melaukan merger seperti halnya tim lain yang membuat nama baru. Tak akan ada yang berubah dari tim kebanggaan masyarakat Bantul ini.

"Kita kolaborasi dari dua pihak kemudian digabungkan. Persiba tetap beroperasi di Bantul dan Stadion Sultan Agung. Penggunaan domisili PT di Bandung hanya formalitas. Yang jelas kita tidak akan menyakiti hati masyarakat Bantul yang sudah mendukung kita," papar Wikan.

Kompensasi yang diterima Persiba pun berbeda dengan tim merger yang lain. Tak akan ada perubahan home base, home ground, nama, warna, dan identitas lainnya.

Laskar Sultan Agung juga tidak disokong dana sepenuhnya oleh konsorsium LPI selaku pemilik awal PT BIG. Persiba tetap menanggung bersama PT BIG biaya operasional musim depan.

"Tidak ada deal penggelontoran dana, kalau biaya Rp 20 M saya kira itu normatif dari deposit Rp 5 M dan budgeting cap Rp 15 M. Tapi siapa yang akan garansi dana itu ada. Kita bersama PT BIG akan bergandeng tangan mencari dana tersebut, Persiba walaupun tak banyak tapi masih mampu," ujarnya.

Konsekuensi Laskar Sultan Agung mengakuisisi PT BIG adalah dengan adanya sharing dana. Biaya operasional nantinya akan diusahakan dari sponsor oleh kedua pihak.

Saat ini baik Persiba maupun PT BIG belum melakukan kesepakatan terhadap pembagian saham kedua pihak. Laskar Sultan Agung tetap berkomitmen akan menjadi pemilik saham mayoritas.

Semua dokumen persyaratan juga sudah disiapkan manajemen Persiba. Aspek legal dan finansial yang selama ini menjadi kendala sudah terpecahkan dan siap diverifikasi sebagai klub profesional.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved