Gempa Tremor Kembali Terjadi di Gunung Sindoro
Gempa Tremor kembali terjadi di Gunung Sindoro. Dari data seismograf yang ada di Pos Pengamatan
Gempa Tremor Kembali Terjadi di Gunung Sindoro
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Gempa Tremor kembali terjadi di Gunung Sindoro. Dari data seismograf yang ada di Pos Pengamatan Gunungapi Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung tercatat ada satu kali gempa tremor pada tanggal 11 Desember 2011.
Dari visual, tampak cuaca terkadang mendung dan terang dengan suhu udara 26-28 derajat celcius, kelembaban udara 72-78 persen. Data seismik tercatat lima kali gempa vulkanik A, lima kali gempa vulkanik B, 14 kali gempa hembusan, dan satu kali gempa tremor.
"Aktifitas Gunung Sindoro memang mengalami peningkatan, namun masyarakat tidak henti-hentinya dihimbau untuk waspada dan tetap tenang," kata Kepala Seksi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto, Senin (12/12/2011).
Kemudian, lanjutnya, untuk masyarakat yang akan melakukan pendakian diharapkan tidak mendekati puncak dengan radius dua kilometer. Dan saat ini untuk sementara pendakian ditutup. "Disarankan untuk masyarakat di sekitarnya agar tetap tenang dan melakukan aktifitas seperti biasa," imbuhnya.
Sebelumnya, aktifitas Gunung Sindoro tercatat pada 8 Desember 2011, suhu udara 23-28 derajat celcius, kelembaban udara antara 80-82 persen. Data seismik tercatat satu kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa tektonik lokal, 11 kali gempa hembusan.
Kemudian pada 9 Desember 2011, suhu udara 24-26 derajat celcius, kelembaban udara antara 79-83 persen. Data seismik tercatat satu kali gempa tektonik jauh, satu kali gempa tektonik lokal, lima kali gempa hembusan, dan satu kali gempa tremor.
Pada tanggal 10 Desember 2011, aktifitas sindoro masih berstatus waspada level II. Untuk cataan suhu udara 24-28 derajat celcius, kelembaban udara 78-81 persen. Data Seismik tercatat sembilan kali gempa vulkanik dalam, 22 kali gempa vulkanik dangkal, dan 27 kali gempa hembusan.
Kasub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi wilayah Barat PVMBG Bandung, Hendra Gunawan menegaskan bahwa aktifitas Gunung Sindoro memang cenderung fluktuatif. Dan prediksi aktifitas berikutnya juga belum bisa diketahui.
Pihak PVMBG Bandung juga telah bekerjasama dengan BPPTK Yogyakarta untuk memonitor setiap aktifitas Gunung Sindoro. Berbagai peralatan pemantauan gunugapi lengkap telah diterjunkan. Hal itu mengingat sebelumnya Gunung Sindoro telah lama tidak menunjukkan aktifitas semenjak terakhir meletus dengan skala freatik pada tahun 1970 lalu. Itupun tidak tercatat secara lengkap data aktifitasnya, karena peralatan pengamatan yang ada saat itu belum lengkap.(*)