Balai POM Temukan Produk Impor Berijin Lokal
Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengadakan inspeksi mendadak (
TRIBUNJATENG COM SEMARANG,- Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke Carrefour di DP Mal Semarang, Selasa (17/7/2012). Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai POM Supriyanto Utomo beserta empat stafnya menemukan lima jenis produk impor yang salah perijinannya.
"Seharusnya ijinnya ML (makanan luar), bukan P-IRT (Produk Industri Rumah Tangga)," kata Supriyanto usai sidak, Selasa (17/7/2012).
Ia mengatakan lima jenis produk yang diduga dari china itu antara lain cokelat, permen, agar-agar dua jenis serta Jeli. Ada sekitar 70 bungkus makanan tersebut akhirnya diturunkan dari display. Sementara itu, pihaknya akan mencatat nomor PIRT dan menyelidikinya.
Supriyanto menjelaskan dalam proses perijinan, PIRT jauh lebih mudah. PIRT memang ditujukan untuk industri rumah tangga agar bisa beredar dengan bebas dan dikeluarkan oleh dinas kesehatan per Kabupaten dan per Kota. Biayanya pun lebih murah, bervariasi antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.
Sedangkan untuk makanan luar harus melewati beberapa proses. Selain harus diuji badan POM di tingkat pusat, biaya yang ditetapkan pun masuk dalam penerimaan negara bukan pajak. Jauh lebih rumit dari PIRT.
"Akan kami cek dulu dinas daerah mana yang mengeluarkannya dan tunggu kabar pusat. Kalau benar ada, kami akan mengingatkan dinas itu, sedangkan kalau tidak maka akan kami sita," jelasnya Supriyanto.
Selain temuan itu pihaknya juga memeriksa kerupuk dengan warna mencolok dan dites kandungan pewarna buatan. Ikan asin juga diperiksa kandungan formalinnya. Parcel pun diperiksa untuk dicek apakah ada yang sudah kadaluarsa atau tidak. Hasilnya, tidak ada bahan makanan lain yang mengandung bahan berbahaya.
"Inspeksi ini dalam rangka menjelang ramadhan. Menjelang bulan suci aktivitas ekonomi tinggi, itulah yang jadi alasan kami," ucapnya.
Kepala Seksi Pemeriksaan Agung Suprianto menambahkan pihaknya tidak hanya memeriksa Carrefour tetapi juga Hypermart dan beberapa swalayan lainnya. Pasar-pasar tradisional pun akan menjadi sasaran. Hal itu karena banyak jajanan dadakan saat ramadhan.
Adapun manajer security Joko Trisassono mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut. Ia akan menglarifikasi produk-produk yang menjadi perhatian. Temuan BPOM akan menjadi acuannya ke depan. (bbb)