Peristiwa Perampokan di Dua TKP
Tiga perampok bersenjata celurit dan golok menyatroni Hotel Grand Palace di Jl Mangkuyudan No
TRIBUNJATENG.COM YOGYA -Tiga perampok bersenjata celurit dan golok menyatroni Hotel Grand Palace di Jl Mangkuyudan No 32 Mantrijeron Yogyakarta, Rabu (2/1) sekitar pukul 03.10. Mereka mengancam dua pegawai hotel, Dwi Anto (45) warga Perum Bale Asri Gamping Sleman dan Dwi Megantoro (23) warga Gunungsaren Kidul Trimurti Srandakan Bantul, dengan mengalungkan dua senjata tersebut pada leher keduanya.
Dalam kondisi tertekan, Megan sempat melakukan sedikit gerakan. Namun akhirnya dia terdiam bergeming setelah pelaku menekan celurit di lehernya hingga membekas luka gores. Ketiga perampok berjaket hitam dan mengenakan helm tersebut akhirnya membawa kabur uang senilai Rp 20 juta dari brankas di hotel itu.
Informasi dihimpun tribun di lokasi, pagi itu suasana hotel tidak tampak ramai pengunjung. Dua pegawai, yaitu Net Audit Hotel, Dwi Anto, dan Recepsionisnya, Dwi Megantoro, berjaga di lobi hotel. Sekuriti hotel yang biasa berjaga di pos depan, pagi itu hanya seorang. Pasalnya, seorang lainnya izin karena sakit.
Megan dan Dwi yang lalu diperiksa polisi usai kejadian, menjelaskan, di sela-sela suasana sepi, datang tiga orang memasuki lobi hotel dan langsung menuju ke ruang resepsionis. Kedatangan ketiganya tanpa diketahui penjaga di pos depan karena satpam diduga tertidur.
Megan dan Dwi tak sempat berbuat banyak untuk mengklarifikasi ketiga orang itu. Pasalnya, keduanya telah diancam dengan golok dan celurit. Megan bahkan mengaku kepada petugas, celurit pelaku dikalungkan pada lehernya hingga dirinya mendapat luka gores. Dalam kondisi ketakutan itu, dua pegawai pun menurut ketika perampok memaksanya menunjukkan ruang tempat menyimpan brankas. "Terpaksa kami menuruti permintaan itu," kata Megan kepada polisi, usai kejadian, Rabu (2/1) pagi.
Kejadian itu berlangsung cepat. Sesampainya di ruang brankas, pelaku memaksa keduanya untuk membuka kotak uang tersebut. Saat itu juga uang senilai Rp 20 juta, dan laptop di hotel itu dibawa kabur pelaku dengan mengendarai sepeda motor ke arah barat Jalan Mangkuyudan.
"Mereka datang sekitar pukul 03.10. Lalu pergi saya lihat pukul 03.15. Ya kira-kira hanya lima menit mereka beraksi dan kabur," lanjut Megan.
Kedua pegawai yang ditinggalkan perampok dalam keadaan syok lalu berusaha menghubungi General Manajer Hotel, Teddy Suarja (48). Pihak hotel melaporkan segera kejadian itu, disusul anggota Satreskrim Polresta dan personel Polsek Mantrijeron, datang untuk olah TKP.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kecuali Megan yang mengalami luka gores di lehernya. Informasi dari pihak hotel, setelah selesai memberikan penjelasan sementara kepada petugas, kedua pegawainya lalu pulang ke rumah masing-masing. Beberapa pegawai yang Rabu pagi itu menggantikan shift tugas mengatakan Megan dan Dwi masih syok sehingga tidak boleh diganggu.
Sementara, hasil penyelidikan polisi di lokasi menunjukkan pelaku memang diperkirakan tiga orang. Mereka mengenakan helm dan jaket hitam. Hal itu terlihat berdasarkan rekaman CCTV (Closed Circuit Television) di hotel. "Ketika pelaku masuk, sampai di meja resepsionis, terlihat dalam rekaman. Sementara itu satu-satunya bukti petunjuk," ungkap Kapolsek Mantrijeron, Kompol FX FA Sugiharto, Rabu siang.
Sementara di lokasi terpisah, kantor distributor Indosat, PT KMN, di Jl Letjend Maryono, juga dibobol maling. Brankas berisi uang senilai Rp 70 juta, di kantor itu diangkut sekaligus. Diduga pencuri berjumlah lebih dari dua orang. Pasalnya, brankas tersebut tidak mungkin dapat diangkat hanya oleh dua orang.
Saksi pertama yang mengetahui pencurian itu, Daryono (38), Office Boy kantor Indosat, mengaku datang ke kantor sekitar pukul 07.00. Dia memasuki pintu pagar sudah dalam keadaan tak terkunci. Demikian juga pintu kaca depan meski tertutup rapat, juga tidak lagi terkunci.
"Saya sempat mengira sudah ada pegawai yang datang lebih dulu. Tapi setelah masuk gudang ternyata sudah acak-acakan," katanya, di lokasi, Rabu (2/1).
Kecurigaannya akhirnya terjawab. Pintu gudang bagian belakang telah terbuka. Sedangkan brankas di gudang itu raib. Berdasarkan penelusurannya, kemungkinan brankas berisi Rp 70 juta itu diseret ke teras depan, kemudian diangkut dengan mobil. Daryono dan polisi yang kemudian melakukan olah TKP menemukan bekas goresan pada lantai mengarah ke teras, dan di teras itu terdapat bekas ban mobil.
"Kantor ini kebetulan tidak dijaga karena petugas libur sejak Sabtu lalu. Kami hanya menemukan linggis di ruang admin yang kondisinya acak-acakan," katanya.
Manajer Area kantor tersebut, Joko Siswanto, menyampaikan, kali terakhir kantornya itu masih tertutup rapat pada Selasa pagi. Jika pencurian itu tidak dilakukan pada Rabu subuh, bukan tidak mungkin terjadi pada Selasa malam. "Kami serahkan pada polisi. Semua bukti dan keterangan sudah kami sampaikan," ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Dodo Hendro Kusumo mengungkapkan, semua masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi menurutnya telah diperiksa. Untuk pencurian di kantor Indosat, menurutnya, hanya linggis yang ditemukan. Sedangkan kantor itu belum memiliki