Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mahasiswa Unnes Dimodali Bibit Pohon

Universitas Negeri Semarang (Unnes) membantu calon mahasiswa kurang mampu dengan membagikan bibit pohon yang punya nilai nilai ekonomi.

Tayang:
zoom-inlihat foto Mahasiswa Unnes Dimodali Bibit Pohon
Tribunjateng.com/putut ami luhur
Rektor Unnes, Sudijono Sastroatmodjo, seusai acara pemberian gelar doktor kehormatan kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan di kampus Unnes, Gunungpati, Kota Semarang, Jateng, Rabu (20/3/2013).

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Ami Luhur

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jateng, berkomitmen membantu calon mahasiswa kurang mampu agar dapat  menikmati pendidikan tinggi. Rektor Unnes, Sudijono Sastroatmodjo, menyatakan, mahasiswa yang mendapat bantuan beasiswa jalur Bidikmisi pada tahun ini sudah mencapai 26,7 persen.

Padahal, Unnes sebenarnya hanya menampung mahasiswa penerima beasiswa jalur Bidikmisi sebanyak 20 persen. Namun, dalam perjalannya, Unnes tak mampu mengelak ketika jumlah penerima beasiswa melebihi yang ditargetkan.

Menurut Sudijono, hingga kini, anak-anak yang kurang beruntung dan belum mendapat bantuan masih banyak. Unnes berinovasi, agar nantinya lebih banyak mahasiswa yang ditampung, Unnes bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan instansi lainnya.

Wujud kerja sama adalah penyediaan bibit pohon bagi Unnes. Diharapkan, bibit pohon yang tersebut, dalam jangka tiga sampai empat tahun akan memberikan hasil yang bisa diberikan kepada anak-anak kurang mampu.
“Anak-anak kurang beruntung akan diberi bibit pohon. Jika pohon sudah bisa dijual, mereka silakan menggunakan uangnya untuk membayar biaya pendidikan selama studi di Unnes,” jelas Sudijono di kampus Unnes di Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/3/2013).

Selain menjalin kerja sama dengan instansi terkait, ia juga akan mencarikan lahan sekitar 200-300 hektar sebagai tempat penanaman. Para mahasiswa akan merawat pohon di lahan tersebut. “Ke depannya, perawatan diserahkan kepada petani yang dibayar per bulan,” imbuhnya.

Unnes sudah meminta Pemerintah Kabupaten Semarang menyediakan lahan kritis yang belum dimanfaatkan.  “Kami juga sudah bekerja sama dengan perusahaan untuk bisa menampung kayu pohon tersebut,” kata Sudijono.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved