Dua Alasan Supar Menjadi Anggota Brimob Gadungan
Supariono mengaku nekat jadi polisi gadungan lantaran aparat penegak hukum kerapkali mendapatkan perlakukan istimewa.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Supariono alias Supar (28), mengaku nekat jadi polisi gadungan lantaran aparat penegak hukum kerapkali mendapatkan perlakukan istimewa.
“Saya lihat enak jadi polisi, di mana-mana bisa membayar murah dibandingkan masyarakat umum. Mereka malah terkadang diberi fasilitas gratis,” kata pria lulusan SD ini kepada Tribunjateng.com, Rabu (17/04/2013).
Alasan lain yang melatarbelakangi Supar memainkan sandiwara aparat gadungan ini lantaran ia pernah dianiaya oleh anggota brimob beberapa tahun silam.
Seperti diberitakan, seorang anggota polisi dari kesatuan brigade mobil atau brimob gadungan ditangkap anggota reskrim Polrestabes Semarang, Selasa (16/04/2013) malam.
Ia diringkus di sebuah rumah kos di Kampung Sleko, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Pelaku diketahui bernama Supariono alias Supar (28), warga RT 03 RW 01, Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Saat dibawa ke Mapolrestabes Semarang, Supar terlihat gagah memakai pakaian warna hitam yang dipasangi atribut brimob, celana kain warna hitam, dan sepatu kulit.
Ia juga menenteng sepucuk pistol jenis revolver yang belakangan diketahui merupakan korek api.