Pakta Integritas Partai Demokrat Hanya Slogan
Keterlibatan Iyus Djuher dalam kasus suap tanah yang ditangani KPK bukti Pakta Integritas tak membawa perubahan signifikan.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Keterlibatan kader Partai Demokrat (PD) yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, dalam kasus suap tanah yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadi bukti Pakta Integritas PD tak membawa perubahan signifikan.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens menilai pakta integritas yang ditujukan menjauhkan semua kader PD dari tindakan koruptif, hanya bersifat slogan.
"Korupsi itu modus vivendi politik.Cara bertahan hidup. Pakta integritas itu slogan saja. Seperti pidato-pidato Presiden SBY yang bagus, tapi faktanya selalu terbalik," ujar Dosen Ilmu Politik UI ini kepada Tribunnews.com, Jumat (19/4/2013).
Menurutnya, paradoks itulah yang menjadi ciri politik Partai Demokrat dan terutama pemerintahan SBY.
Hal senada dengan Boni, juga diungkapkan Pengamat Politik UI, Iberamsyah. Menurutnya, terungkapnya kasus Ketua DPRD Kabupaten Bogor sebagai bukti tak ditaatinya Pakta Integritas yang didorong Majelis Tinggi Partai Demokrat, yang dikomandoi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kejadian ini menurutnya, bukti bahwa yang terpenting bukan pakta integritas, melainkan moral yang harus ditempa. Karena terbukti pakta integritas, tidak memberi dampak apa-apa.
"Pakta integritas sih ada, tapi korupsi jalan terus. Itu kan di atas kertas, tapi kelakuannya kan ada di masyarakat," ujar Iberamsyah.