Politisi PDIP Habiskan Rp 1,5 Miliar untuk Kampanye
Politisi PDIP Maruarar Sirait mengaku habiskan uang hingga Rp 1,5 miliar demi mendapat satu kursi di Senayan.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menjadi anggota legislatif di Senayan harus merogoh kocek sampai miliaran, seperti diakui politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, yang maju dari daerah pemilihan Jawa Barat IX.
"Kalau saya paling tidak Rp 1.5 miliar. Selama lima tahun kan sudah kampanye selama di dewan. Tiap reses turun minimal 10 titik," kata Maruarar kepada wartawan saat ditemui di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (22/4/2013).
Pria yang akrab disapa Ara ini menilai, mungkin saja ada caleg yang mengeluarkan kocek lebih besar darinya, terutama caleg baru yang maju. Sebab, mereka harus memperkenalkan diri dan membuat jaringan.
Ara mengaku sempat ditawarkan untuk caleg dari dapil Sumatera Utara namun ditolaknya. Ia mengaku lebih baik tidak mencalonkan diri jika masuk dalam dapil Sumatera. Makanya Ara tetap memilih Jawa Barat.
"Kalau disuruh maju didapil Sumatera Utara saya enggak mau. Tapi kalau saya maju di dapil lain, ditempat yang mayoritas muslim, lalu menang, itu menandakan pluralisme Indonesia," sambung Ara yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih.
Ketika masa kampanye tiba, Ara mengaku tak begitu memedulikan umbul-umbul atau alat peraga. Ia lebih memilih menggunakan alat peraga yang memiliki kesan dan bermanfaat seperti pembuka tutup botol, mug atau gelas, korek api.