Mayang Belanja Kosmetik ke Singapura
Pemakaian make-up atau kosmetik kecantikan nyaris tidak bisa lepas dari keseharian kaum hawa
Editor:
agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pemakaian make-up atau kosmetik kecantikan nyaris tidak bisa lepas dari keseharian kaum hawa. Demikian pula dengan Charisma Mayang Sari. Perempuan yang punya sapaan akrab Mayang ini sudah mengenal dan belajar make-up sejak menekuni dunia MC.
Kala itu umurnya sekitar 17 tahun. Profesi tersebut mengharuskan Mayang tampil cantik dengan riasan menawan di wajahnya.
"Awalnya saya browsing di internet, dan bertanya kepada teman soal pemakaian make-up. Namun lebih banyak otodidak karena tidak pernah ikut kelas kecantikan. Saya memilih merias diri sendiri karena menggunakan jasa make-up artis mahal," kenang ibu satu anak ini.
Bermula dari trial and error, kini Mayang dapat mengaplikasikan make-up secara baik untuk wajahnya. Namun, pengetahuan itu tidak dapat diaplikasikan kepada orang lain. Alasan Mayang, muka setiap orang punya karakter yang berbeda-beda, sehingga sulit memilih jenis make-up yang sesuai.
Selain itu, perlengkapan dan peralatan make-up Mayang juga digunakan untuk dirinya sendiri agar lebih higienis. Peralatan make-up seperti brush, rajin dibersihkan Mayang setelah pemakaian menggunakan air bersuhuu tinggi.
Selain bertujuan menghindari pencampuran warna ketika digunakan lagi, cara itu juga berfungsi menghindari bakteri dan sejenisnya sehingga tidak menimbulkan iritasi.
Penggemar tas Guess dan Prada ini tidak sembarangan dalam memilih make-up. Merek kosmetik favorit yang dia miliki adalah Sephora, Baby Brown, Mac, Pac, dan Revlon. Merek-merek tersebut, khususnya Sephora dan Baby Brown, ia beli di Singapura karena susah didapatkan di Indonesia, apalagi Semarang.
"Memilih make up itu sama seperti memilih pasangan. Sebaiknya tidak usah bergonta-ganti bila sudah menemukan yang cocok untuk menghindari iritasi atau semacamnya," ujar pemilik kulit sensitif ini.
Wanita berambut panjang ini mengaku pernah mengalami semacam iritasi di bagian muka karena menggunakan satu merek foundation. Merek tersebut memang bukan yang biasa dipakai, dan bukan pula miliknya. Sejak saat itu, dia kapok, dan memutuskan menggunakan merek yang biasa digunakan.
Istri Juan Rama ini mengungkapkan harga kosmetik-nya bervariasi. Yang paling murah adalah bulu mata seharga Rp 2.500 per satuannya. Untuk yang berbentuk palet seperti paket Mac, dibeli Mayang dengan harga Rp 1.000.000. Untuk peralatan make up satu case, dibelinya seharga Rp 2.000.000.
"Orang-orang harus melakukan smart shopping ketika membeli make up, sesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulit. Tidak perlu membeli seluruh perlengkapan make up, kecuali yang berbentuk palet karena sudah satu paket," ujar Mayang.
Soal riasan, Mayang juga punya tips khusus, terutama menyesuaikan waktu penggunaan. Ketika pagi atau siang hari, ia memilih menggunakan warna-warna soft atau nude agar tidak terlihat mencolok.
"Sedangkan untuk malam hari, penggunaan warna yang lebih berani, seperti warna merah terang, dapat dipilih. Warna yang lebih terang pada malam hari bertujuan agar make up lebih terlihat, terutama bila difoto karena cahayanya lebih sedikit," tandasnya. (gia)