Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ketua Organda Kabupaten Semarang Berharap BBM Naik Tak Lebih Rp 500

Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustafa menginginkan, kenaikan BBM bersubsidi tidak terlalu besar.

Penulis: raka f pujangga | Editor: rustam aji
Laporan wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN
- Keinginan Presiden SBY menaikkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya tidak lebih dari Rp 6.500 ditanggapi serius Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang.

Ketua Organda Kabupaten Semarang, Hadi Mustafa menginginkan, kenaikan BBM bersubsidi tidak terlalu besar. Sebab, kenaikan harga BBM yang terlalu besar akan memicu efek yang besar pula.

"Kalau saya pribadi maunya harga BBM naik Rp 500 per liternya. Harganya menjadi Rp 5.000 per liter, jadi bagi pengusaha angkutan tidak terlalu berat," kata Hadi kepada Tribun Jateng, Minggu (19/5).

Diketahui, rencana kenaikan BBM tersebut bakal direalisasikan usai pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja perubahan (RAPBN-P) 2013 yang tengah dibahas sejak 1 Mei 2013.

"Setelah ada pemberitahuan resmi kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah. Kami akan mengumpulkan seluruh paguyuban angkutan mengenai perubahan kenaikan tarif," jelas Hadi.

Dia menjelaskan, kenaikan BBM tidak serta merta langsung diikuti dengan perubahan tarif angkutan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dishubkominfo Kabupaten Sermarang terkait hal tersebut.

"Penyesuaian harga tarif angkutan biasanya satu minggu setelah diberlakukannya kenaikan BBM bersubsidi. Tapi tergantung nanti rencana kenaikannya berapa, kalau kenaikannya besar bisa jadi tarif angkutan yang baru berubah bersamaan dengan diberlakukannya harga BBM bersubsidi yang baru," jelasnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini belum mendengar adanya rencana aksi penolakan terkait rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubdi. Namun, kenaikan harga BBM bersubsidi sempat diwarnai aksi mogok sejumlah trayek.

"Makanya semoga kenaikan ini tidak ada satupun trayek di Kabupaten Semarang yang mogok. Tapi misalnya mogok pun tidak lama, hanya sehari untuk memberitahukan penumpang adanya kenaikan tarif," jelas dia.

Adapun sejumlah trayek yang dikhawatirkan mogok karena kenaikan BBM bersubsidi sebelumnya pernah melakukan serupa, yakni trayek angkutan Banyubiru-Ambarawa dan Ambarawa-Muncul-Salatiga.

"Justru angkutan yang di dalam kota, misalnya Ungaran-Ambarawa tidak melakukan aksi mogok," kata dia. (*)
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved