Wisata
Eksotisme Pulau Karimunjawa
Tarul melompat dari perahu motor, yang membawa rombongan sekitar 20 wisatawan lokal.
Penulis: agung yulianto | Editor: rustam aji
TARUL melompat dari perahu motor, yang membawa rombongan sekitar 20 wisatawan lokal. Dia menyelam ke dasar laut, yang hanya memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Setelah mengikatkan tali yang menghubungkan kapal dengan karang, pria yang berprofesi sebagai pemandu wisata ini kemudian muncul ke permukaan dan mempersilakan wisatawan untuk menikmati snorkling di sekitar Pulau Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.
Satu per satu wisatawan kemudian menceburkan diri ke laut. Ada yang langsung melompat dari perahu, dan ada juga yang turun perlahan melalui tangga kayu. Mereka mengenakan perlengkapan standar snorkling, seperti kacamata renang dan pelampung.
Begitu menceburkan diri ke air laut, para wisatawan langsung bisa menikmati ekosistem dan pemandangan dasar laut yang begitu memesona. Seperti keindahan terumbu karang yang belum terjamah tangan manusia, lengkap dengan hamparan pasir putih. Eksotisme Pulau Karimunjawa, menjadi surga bagi penyelam dan pecinta wisata alam.
Selain itu, ribuan ikan hias yang memiliki beragam warna seolah menyapa dengan mengelilingi wisatawan. Bahkan, ikan-ikan akan lebih sangat akrab, ketika diberi roti. Pada momentum ini, pemandu juga siap mengabadikan gambar wisatawan dengan menggunakan kamera dalam air.
Eksotisme Karimunjawa tidak berhenti sampai di situ. Wisatawan akan diajak berkeliling dari satu pulau ke pulau kecil lainnya di sekeliling Karimunjawa. Bahkan di Pulau Geliang, wisatawan bisa bermain di pantai yang memiliki hamparan pasir putih, dengan disuguhkan nikmatnya ikan dan cumi bakar.
Paling tidak dari pagi sampai sore hari, wisatawan akan diajak ke empat pulau. Yaitu Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Geliang, dan Gosong Cemara. Pulau-pulau ini terpisah dari Pulau Karimunjawa. Untuk menuju satu pulau ke pulau yang lainnya butuh waktu sekitar 15 sampai 45 menit.
Sebelum melakukan snorkling dan mengeksplorasi keindahan pulau lain, wisatawan diajak terlebih dulu ke Pulau Menjangan Besar. Di pulau paling dekat dengan Karimunjawa ini, ada penangkaran ikan Hiu. Wisatawan bisa berenang dengan dikelilingi ikan Hiu hitam. Namun jangan takut, karena Hiu ini bukan pemangsa yang ganas seperti Hiu pada umumnya.
Sore harinya, wisatawan bisa menikmati keindahan sunset di Tanjung Gelam, yang masih menyatu dengan Pulau Karimunjawa, atau di dermaga. Lokasi ini ramai dengan wisatawan yang ingin mengabadikan gambar kalau cuaca sedang cerah.
Tarul mengatakan, masih ada pulau lain yang berada di bagian Timur Pulau Karimunjawa. Seperti Pulau Kecil, Tengah, Sintok, dan Gosong Seloka. Di pulau-pulau ini, keindahannya tidak kalah dibandingkan dengan pulau di bagian Barat Pulau Karimunjawa.
"Untuk mengunjungi semua pulau di sekitar Karimunjawa, butuh waktu lebih dari dua hari. Masing-masing pulau menawarkan keindahannya. Dari mulai snorkling, berjemur di hamparan pasir putih, ski air, sampai mendirikan tenda di pulau kecil," kata pria berusia 31 tahun ini kepada Tribun Jateng, Selasa (22/5).
Dia menambahkan, Karimunjawa nyaris tanpa jeda dengan kedatangan wisatawan. Baik dari dalam, maupun dari luar negeri. Sepinya wisatawan hanya terjadi pada bulan-bulan tertentu, pada saat kondisi cuaca hujan dan ombak yang tinggi. Biasanya, pada saat sepi kunjungan, pramuwisata yang merupakan penduduk lokal akan kembali pada profesinya mencari ikan.
Pemandu wisata lokal siap mengantarkan wisatawan berkeliling pulau di sekitar Karimunjawa. Untuk penyewaan perahu, tarifnya berkisar antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per hari, tergantung kapasitasnya. Sedangkan perlengkapan selam, dari kacamata sampai kaki katak disewakan Rp 35 ribu per orang untuk satu hari.
"Kalau satu pemandu, biasanya tarifnya Rp 100 ribu sehari. Minimal satu pemandu menemani tujuh wisatawan. Kalau jumlahnya lebih, ya tinggal disesuaikan dengan jumlah rombongannya. Sedangkan untuk sewa kamera dalam air plus foto, sekitar Rp 150 ribu," ujar Tarul, yang sudah sekitar tujuh tahun menjadi pemandu wisata di Karimunjawa. (Agung Yulianto Wibowo)