Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 1434 H

Esok, Pemkot Solo Gelar Pasar Murah

Untuk bisa membeli paket murah, warga wajib membawa kupon disertai KTP asli untuk verifikasi data

Editor: agung yulianto

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Upaya menyetabilkan harga bahan pokok menjelang Lebaran 2013 dilakukan Pemkot Solo dengan menggelar pasar murah. Kegiatan itu rencananya digelar pada Sabtu (27/7) di halaman Balai Kota Solo.

"Kegiatan ini memang sengaja digelar menjelang Lebaran," ujar Kepala Bagian Perekonomian, Setda Pemkot Solo, Triyana, di Balai Kota Solo, Kamis (25/7/2013).

Dalam kegiatan itu, dia menjelas, pihaknya akan memfasilitasi penyaluran bantuan dari Kementerian Koperasi dan UMKM berupa penjualan paket sembako murah. "Dari kementerian menyediakan 1500 paket sembako senilai Rp 60.000 dan dijual seharga Rp 15.000," katanya.

Paket itu berisi 2 Kg beras C4 Raja, 1 bungkus bihun, 1 bungkus mie telur, 1 kecap botol, 1 liter minyak goreng, 1/2 Kg gula pasir, dan 1 produk UKM.

Sebelumnya, pemkot telah melakukan pendataan warga yang berhak membeli paket sembako murah itu melalui pejabat di tingkat Kecamatan.

Selanjutnya, warga yang telah didata diberi kupon sebagai bukti mereka benar-benar warga miskin yang berhak menerima bantuan. "Untuk bisa membeli paket murah, warga wajib membawa kupon disertai KTP asli untuk verifikasi data," jelasnya.

Selain menyediakan paket sembako murah khusus untuk warga miskin, Triyana menyatakan, kegiatan itu juga bisa diikuti masyarakat umum. Pihaknya telah menggandeng beberapa sponsor dari pihak swasta untuk ikut dalam kegiatan tersebut.

Satu di antaranya, minimarket waralaba yang menyediakan 500 paket sembako senilai Rp 35.000 per paket yang dijual dengan harga Rp 25.000 per paket.

Selain itu, tambahnya, beberapa produk lain juga tersedia, termasuk produk pakaian, buku, dan peralatan sekolah yang dijual dengan harga kulak. Sementara dari pedagang buah Pasar Gedhe, juga ikut serta menjual murah aneka buah-buahan dengan harga Rp 5.000 per Kg.

"Tapi untuk masyarakat umum pembeliannya kami batasi maksimal 2 Kg, agar bisa merata," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo menuturkan, penggelaran pasar murah merupakan upaya pemkot untuk menyetabilkan harga bahan pokok di pasaran pascakenaikan harga BBM dan menjelang Lebaran.

Menurut dia, kenaikan harga BBM yang berdekatan dengan Bulan Ramadan dan Lebaran berpotensi menyebabkan lonjakan harga bahan-bahan pokok. "Pasar murah ini tidak hanya dari pemerintah, tapi juga akan melibatkan swasta," tandasnya. (tribunjogja/ade)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved