Mudik Lebaran
Jalur Alternatif Wonosobo-Purworejo Putus Sejak Desember 2012
Ruas panjang jalan yang terputus 330 meterlah yang harus direlokasi melalui bukit yang berada di sisi sebelah kanan
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: agung yulianto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bakti Buwono
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo belum bisa digunakan untuk arus mudik sejak Desember 2012. Perbaikan jalur yang berada di ruas Kepil-Kemiri Kilometer 167 belum selesai hingga kini.
Anggota komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan pembangunan ini perlu relokasi jalur. Pengerukan bukit sebanyak 82.000 m3, harus dilakukan dengan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Jateng sebayak Rp 5,2 miliar.
"Ruas panjang jalan yang terputus 330 meterlah yang harus direlokasi melalui bukit yang berada di sisi sebelah kanan jalan, “ jelasnya Hadi di sela-sela kunjungan Kerja DPRD Jateng ke Kabupaten Purworejo, Senin (29/7/2013).
Pembangunan ruas jalan alternatif ini sudah dimulai Mei 2013. Curah hujan yg masih tinggi menyebabkan pengerukan bukit menjadi tidak bisa maksimal. Perkiraannya selesai 25 September mendatang. Hanya roda dua yang masih bisa melewati jalan alternatif ini, tentunya saat tidak hujan.
Jalur yang menghubungkan Wonosobo dan Purworejo itu, dinding penahan tanah sepanjang 100 meter dengan ketinggian 6 meter belum selesai dicor. Jalur alternatif ini masih terputus dan belum bisa dilewati pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan roda empat
Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Bambang NK mengakui hal itu. Jalur tersebut memang rusak parah, bahkan kategorinya bencana alam. Saat ini, perbaikan terus dilakukan dan memang mundur dari rencana semula.
"Oktober kemungkinan selesai, warga bisa lewat jalur Parakan-Temanggung," ujarnya.