Breaking News:

Kuliner

Olahan Aroma Kemangi dan Bandeng yang Menggugah Selera

Siang-siang yang panas akan terasa segar saat makan bandeng kemangi

Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Herlina Widhiana

OLAHAN bandeng satu ini diberi nama Bandeng Kemangi. Aroma daun kemangi memang langsung tercium begitu olahan ini tersaji. Sementara, kuah masakan yang berwarna orange semakin menggugah selera.

Begitu dicicipi, bumbu yang meresap pada daging bandeng terasa kuat. Ada rasa asam dan pedas yang membuat masakan ini terasa segar. Menu seharga Rp 22.000 ini merupakan andalan Asem Jawa Resto di Kampoeng Semarang. Suguhan ini cocok menjadi teman makan siang.

"Siang-siang yang panas akan terasa segar saat makan bandeng kemangi ditemani aneka es unggulan kami," kata Restaurant Manager, Ryan.

Menurut Ryan, menu tersebut merupakan kreasinya. Dia ingin memanjakan lidah pengunjung yang datang ke restoran di Jalan Raya Kaligawe KM 1 No 96, Semarang itu melalui masakan segar.

"Kami ingin menjadikan bandeng sebagai brand Kampoeng Semarang. Itu sebabnya bandeng kemangi menjadi menu unggulan," ujar dia.

Ryan menjamin, bandeng yang digunakan merupakan bandeng segar dan bebas duri. Sebelum diolah, bandeng dibelah menjadi dua. Duri utama akan diambil dan duri-duri halusnya yang tersebar di tubuh bandeng dicabut menggunakan pinset. "Setelah itu, bandeng digoreng kering," imbuhnya.

Menurut Ryan, digorengnya bandeng sebelum dimasak dimaksudkan agar daging tidak hancur. Dia tidak ingin citarasa masakan ini rusak. "Jika digoreng, teksturnya akan lebih crunchy daripada krupuk," jelas pria berkacamata itu.

Agar bumbu lebih meresap, Ryan memasukkan bandeng yang telah digoreng ke kuah yang tengah dimasak. Selanjutnya, dimasukkan irisan cabai rawit merah untuk memberi rasa pedas dan mempercantik penampilan saat masakan dihidangkan. Juga daun kemangi untuk memperkuat aroma.

"Saya beri tambahan cabai agar tidak eneg karena wangi yang ditimbulkan kemangi. Saya ingin antara cabai dan kemangi tidak ada yang terasa lebih dominan," beber dia.

Aneka pilihan menu tradisional Asem Jawa Resto dapat dinikmati setiap hari. Pada hari Senin hingga Jumat, resto buka sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Khusus akhir pekan dan hari libur nasional buka lebih lama, yakni sejak pukul 07.00 - 22.00 WIB. "Kalau libur bukanya maju satu jam, tutupnya juga mundur sejam," imbuh Ryan. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved