Penerimaan CPNS
Nama Kepala BKD Kudus Dicatut Calo CPNS
Calon korban penipuan CPNS itu kemudian mendatangi kantor BKD
Penulis: m zaenal arifin | Editor: agung yulianto
Laporan Wartwan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kudus, Djoko Triyono, dicatut seseorang yang mengaku bisa meloloskan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS). Orang tersebut menghubungi calon korbannya melalui telephon dan meminta sejumlah uang.
"Calon korban penipuan CPNS itu kemudian mendatangi kantor BKD dan menanyakan kebenarannya," kata Djoko di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (30/9/2013).
Di Kantor BKD, korban mengaku dihubungi seseorang yang mengaku sebagai Kepala BKD namun dari logat bahasanya bukan asli Kudus melainkan luar Jawa. Padahal, Djoko merupakan warga asli Kudus.
"Mana mungkin logat bahasa saya luar Jawa. Kan saya asli orang Kudus," ujarnya.
Ulah calo CPNS yang mencatut nama kepala BKD sebenarnya sudah berkali-kali. Namun, yang sudah melapor ke BKD sendiri, saat ini baru satu orang. Akan tetapi berapa jumlah kerugiannya saat ini belum diketahui karena korban lainnya tidak ada yang melapor.
"Kalau mereka belum menyerahkan uang kepada calo, berarti belum ada kerugian. Hanya saja, saya sudah mendengar banyak yang dihubungi calo dan mengatasnamakan kepala BKD, akan tetapi tidak ada laporan yang masuk ke saya," jelasnya.
Djoko menambahkan, rata-rata para calon korban yang dihubungi calo melalui telephon merupakan calon yang masuk kategori 2 (K2). Mudahnya para calo CPNS mendapatkan nomor telephon dikarenakan nama mereka sudah tercantum dalam database.
Para calo kemudian hanya membuka database K2 itu yang di dalamnya sudah lengkap identitas, alamat bahkan nomor telephon pribadi para guru K2. Dari data itu, para calon langsung menghubungi para calon korbannya.
"Kalau pendaftar yang jalur umum tidak mungkin bisa. Karena calo tidak mengetahui identitas mereka," tambahnya.
Djoko mengimbau agar para pendaftar CPNS khususnya yang jalur database K2, agar tidak mempercayai orang yang mengaku sebagai kepala BKD dan meminta sejumlah uang untuk meloloskan tes CPNS.