Ketua MK Ditangkap KPK
Tukang Urut Sambangi Rumah Ratu Atut Usai Pemeriksaan 9 Jam
Saya hanya tukang urut. Saya dipanggil mau urut
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sembilan jam diperiksa penyidik di kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/10/2013). Ia diperiksa sebagai saksi kasus suap Rp 1 miliar Ketua MK Akil Mochtar terkait sengketa Pemilukada Lebak yang juga melibatkan adiknya, Tubagus Chairy Wardana alias Tubagus Wawan alias Wawan.
Orang nomor satu Banten itu menolak berkomentar kepada para wartawan saat meninggalkan kantor KPK. Malam tadi, Atut dikawal sejumlah ajudan langsung 'kabur' menumpangi mobil Pajero Sport SUV B 22 AAH menuju rumah pribadinya di Jalan Jeruk Joglo 2 Blok U1 Nomor 99, Kebon Jeruk, Komplek Taman Kebon Jeruk (Intercon), Jakarta Barat.
Pantauan Tribunnews.com pada Sabtu (12/10/2013) petang, tampak dua mobil terparkir di halaman rumah Ratu Atut. Tak lama kemudian, datang seorang ibu membawa sebuah tas samping dan seorang pegawai Ratu Atut yang membawa jas ke rumah berlantai dua itu.
Ibu yang mengenakan baju muslim gamis berwarna hijau dan berjibab hitam itu mengaku sebagai tukang urut. Ibu paruh baya itu mengaku dipanggil oleh keluarga Ratu Atut untuk mengurut.
"Saya hanya tukang urut. Saya dipanggil mau urut anaknya. Saya enggak tahu apa ibu (Ratu Atut) nanti juga mau diurut," ujar tukang urut tersebut.
Sebelumnya, Ketua RT setempat mengakui Atut dan keluarganya terbilang akrab dengan warga sekitar. Bahkan, Atut dan keluarganya kerap memanggil seorang warga yang mempunyai keahlian mengurut. Diberitakan, Atut tampak kelelahan seusai diperiksa sembilan oleh penyidik KPK pada malam tadi.
Wajahnya tampak memerah dan berkeingat saat meninggalkan kantor KPK. Dihubungi via telepon, juru bicara keluarga Atut, Fitron Nur Ikhsan, mengatakan, sepulang dari pemeriksaan KPK, Atut berada di rumah Kebon Jeruk. Rumah tersebut menjadi tempat istirahat sekaligus tempat berkumpul Atut dan anak-anaknya.
"Ibu ada di rumah Kebon Jeruk. Lagi kumpul sama keluarga. Sama anak, bapak juga ada. Tapi, terakhir saya dengar bapak masih belum sehat. Sama keluarganya saja, Bu Airin enggak di sana," kata Fitron.