Breaking News:

Kuliner

Yoghurt Hilangkan Bau Prengus Nasi Bakar Kambing

Rasa rempah-rempahnya strong tapi kesannya tetap soft

Penulis: herlina widhiana | Editor: agung yulianto
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Nasi bakar kambing di Malabar Resto Hotel @hom 

AROMA yang kuat langsung tercium begitu seporsi nasi bakar kambing dihidangkan di atas meja. Bau rempah-rempah yang kuat menghilangkan prengus khas kambing. Sajian tersebut merupakan andalan Malabar Resto Hotel @hom Semarang.

Disajikan di atas 'kendil' kecil dari gerabah, naunsa tradisional begitu kental. Apalagi, untuk menikmati, sendok yang disediakan terbuat dari batok kelapa. Tampilannya seperti nasi kebuli ala timur tengah, namun saat disantap, bumbu rempah yang kuat meyakinkan kita masakan itu sebagai masakan Indonesia.

"Perbedaannya, nasi bakar ini menggunakan kapulaga. Sementara nasi kebuli tidak," ungkap Chef Hotel @hom Semarang Ari Catur Wicaksono.

Seperti namanya, Catur mengatakan, masakan tersebut melalui proses pembakaran sebelum disajikan. Awalnya, nasi putih dimasak bersama rempah-rempah. Sementara, daging kambing diolah secara terpisah. Untuk menghilangkan bau prengus, irisan daging kambing diolah menggunakan yoghurt dan bumbu kari. Tentunya, tidak meninggalkan rempah-rempah.

"Rempah-rempah yang digunakan kapulaga, jinten, anistar, cengkeh, dan kayu manis," jelas Catur.

Kedua bahan disatukan dalam kendil tanah liat yang sudah dialasi daun pisang dan bumbu rempah. Selanjutnya, dibakar di atas kompor, sampai aroma rempah muncul. "Mengapa dibakar lagi, padahal nasi dan kambingnya sama-sama sudah matang? Tujuannya, menguatkan aroma dari rempah-rempah," kata dia.

Regional Chef Hotel @hom Andri mengakui, rempah-rempah memiliki peranan penting. "Fungsinya, mengurangi bau prengus yang biasa muncul dari daging kambing tapi tidak menghilangkan aroma khas kambing. Jadi, sensasi kambing tetap ada," terang pencetus nasi bakar kambing itu.

Benar saja. Ketika nasi bakar kambing mulai masuk mulut, bumbu rempah begitu terasa. Memang, untuk menikmati masakan sedikit repot. Pasalnya, ada rempah-rempah yang tidak dihaluskan dalam proses pemasakan.

Satu per satu harus disingkirkan. Meski demikian, keberadaannya tidak mengurangi kenikmatan menghabiskan menu yang akan menjadi promo restoran hotel di Jalan Pandanaran 119 Semarang, itu.

Menurut Andri, ide membuat nasi bakar kambing muncul dari kecintaannya terhadap masakan Mediterania. Masakan yang selalu menggunakan rempah-rempah yang banyak, tetapi kesan yang diperoleh lembut. "Rasa rempah-rempahnya strong tapi kesannya tetap soft," katanya. (lin)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved