Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Calon Kapolri

Komjen Sutarman: Saya Berharap Polri jadi Penolong dan Pelayan Masyarakat

Dia menyatakan upaya Polri menciptakan suasana kondusif di masyarakat

Editor: agung yulianto

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Calon Kapolri Komjen Pol Sutarman menjalani uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR. Sutarman membeberkan visi misi bila terpilih sebagai Kapolri.

"Bila saya diberikan kepercayaan menjadi Kapolri visi adalah terwujudnya Polri sebagai pelayan, sahabat masyarakat penegak hukum yang jujur dan adil, serta transparan dan akutabel,” kata Sutarman di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Dalam penegakan hukum, Jenderal Bintang Tiga itu berjanji institusi yang akan dipimpinnya transparan, jujur, adil, dan akutabel.
Sutarman menegaskan penegakan hukum yang dilakukan Polri harus terbebas dari kebohongan kecurangan, dan sewenang-wenang.

Dengan begitu Sutarman berharap akan tercipta kondusifitas masyarakat yang bebas dari konflik vertikal dan horisontal. “Dapat mewujudkan terlindunginya hak azasi, kepastian hukum dan keadilan,” katanya.

Selain itu, Sutarman menyatakan Polri harus menjadi penolong masyarakat dari kesulitan dan bahaya. Dalam menjalani tugasnya Polri mesti ikhlas dan tulus melayani.

Dengan begitu maka cita-cita Polri menjadi sahabat masyarakat bisa terwujud. “Polri menjadi sahabat melayani masyarakat. Sebagai teman memecahkan persoalan masyarakat,” ujarnya.

Sutarman juga menyampaikan sejumlah misinya sebagai calon Kapolri. Dia menyatakan upaya Polri menciptakan suasana kondusif di masyarakat akan dilakukan dengan cara persuasif dan preventif (pencegahan).

Sutarman memastikan Polri juga akan menegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah kasus-kasus pokok yang menyangkut kejahatan korupsi, kejahatan umum, dan kejahatan internasional.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, Sutarman berjanji akan menjalin kerjasama yang lebih baik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kejaksaan. “Menuntaskan kasus pokok, kejahatan umum, kejahatan internasional, kejahatan korupsi,” ujar Sutarman.

Sutarman menunjukkan sejumlah penanganan perkara, utamanya kasus korupsi. Untuk kasus korupsi, Sutarman menuturkan pada 2012 Polri telah menangani 1.176 kasus atau naik 65 persen dibandingkan 2011 yang berjumlah 766 kasus.

Dari jumlah itu, pada 2012 Polri telah menyelesaikab 657 kasus korupsi atau naik 24,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dalam rentang waktu itu, total uang negara yang diselematkan yakni Rp 261 miliar," kata Sutarman. Sementara untuk tahun 2013 hingga September 2013, Polri berhasil menyelamatkan Rp 907 miliar dari 554 perkara korupsi yang diselesaikan.

Perbaikan internal Polri juga menjadi perhatian Sutarman. Dia mengatakan akan mempercepat proses reformasi birokrasi Polri yang bebas KKN. Menurutnya sistem rekruitmen prajurit dan perwira Polri akan dilakukan secara transparan, profesional, akuntabel, dan humanis.

“Melalui program yang saya sampaikan saya berharap polri bisa menjadi penolong dan pelayan masyarakat,” kata Sutarman

Sutarman juga menceritakan prestasi yang telah diraihnya. Ia mencontohkan pengamanan Sail Banda 2012, Sail Komodo 2013, Bali Democratic Forum, ASEAN Summit, High Level Panel RI-ASEAN-Afrika, APEC 2013, Pam Idul Fitri, Natal, dan Pemilukada.

Sutarman mengungkapkan pula prestasi Polri di bidang terorisme. "Polri mampu menangkap pelaku sebelum beraksi. Hal ini sebagai bentuk mencegah terjadinya teror dan jatuhnya korban termasuk anggota Polri sebagai target," kata Sutarman.

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved