Breaking News:

Kuliner

Motif Tulip Varian Kopi Menambah Nikmatnya Espresso

Setiap resep kopi punya ukuran tekanan tersendir

Editor: agung yulianto
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
espresso 

KOPI bisa menjadi media seni. Gradasi warna yang dihasilkan dari campuran espresso (kopi yang telah diekstraksi sehingga tanpa ampas) dan susu menjadi motif bunga tulip menjadikan coffee latte favorit di EB Coffee.

Ozi, barista EB Coffee, begitu terampil mengolah minuman asal Italia tersebut. Awalnya, dia menghaluskan biji kopi di mesin grinder. Selanjutnya, kopi halus dipadatkan dalam Porta. Sebelum akhirnya diekstrasi di suhu 60-70 derajad celcius menjadi esspreso dalam Porta Head.

"Setiap resep kopi punya ukuran tekanan tersendiri. Dan untuk coffee latte, espreso yang harus dihasilkan sebanyak 30ml," jelas Ozi.

Sementara foam, dihasilkan dari susu segar sebanyak 150ml. Susu ini diolah dalam milk frother agar berubah menjadi mikro foam atau foam yang paling lembut. Sesekali, Ozi mengetok foam agar foam kasar terolah menjadi halus. Dua bahan (espresso dan foam) ini selanjutnya dicampur.

"Penyatuan foam ke dalam espresso dilakukan antara 15-20 detik agar foam tetap terpisah dari espresso sehingga menghasilkan gradasi warna yang diinginkan," terang Ozi.

Ozi menuangkan espresso ke cangkir, diikuti foam secara perlahan sehingga membentuk motif bunga tulip. Coffee latte pun siap disajikan. "Kebanyakan orang merasa sayang menikmati coffee latte karena khawatir gambarnya rusak. Padahal, fungsi utama minuman ini dibuat kan untuk diminum," ujar Ozi sambil tersenyum.

Ada dua tehnik yang digunakan barista dalam menciptakan gambar yang tampak di Coffe Latte. Yang pertama, pouring. Yaitu, memanipulasi jatuhnya susu dan foam yang dituangkan ke dalam espresso, sebagaimana yang dilakukan Ozi. Yang kedua, etching. Yaitu, menggambar pola diatas Coffee Latte dengan alat dan bahan khusus, misalnya sirup atau bubuk kopi.

Tidak hanya cantik, saat dinikmati, coffee latte terasa nikmat. Foam bermotif yang ada di permukaan cangkir terasa lembut di lidah. Gambar yang ada bisa tidak rusak saat espresso diseruput lantaran sifat foam yang mengapung tidak larut bersama campuran espresso dan susu di lapisan bawahnya. Rasa kopi di espresso tidak terlalu kuat lantaran susu yang sudah tercampur.

Ada dua cara menikmati coffee latte. Pertama, meminum langsung tanpa mengaduk. Gula tidak ditambahkan karena rasa manis ada di campuran susu. Tapi, bagi Anda yang masih merasa kurang manis, bisa menambah gula cair yang disajikan bersama secangkir coffee latte. Jika tidak ingin merusak motif, tuangkan gula cair di tepi paling luar foam. Begitu juga pengadukannya.

Coffee latte mulai dikenal ketika penikmat kopi di Italia bosan atas sajian kopi yang monoton. Hal ini mendorong seorang barista bernama Lino Meiorin bereksperimen mencampur susu ke dalam espresso yang ternyata disukai konsumen.

Seiring perkembangan zaman, para barista mengembangkan pembuatan kopi bercita rasa seni dengan memberikan motif atau guratan warna yang kemudian disebut Latte Art. EB Coffee yang berada di Jalan Pamularsih 28 Semarang itu buka setiap hari mulai pukul 18.00-01.00. (luk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved