Breaking News:

Kuliner

Kwetiau Kaya Rasa, Gurih, Manis, dan Pedas

Kota Semarang identik dengan makanan yang memiliki cita rasa utama manis.

Penulis: herlina widhiana | Editor: rustam aji
Kwetiau Kaya Rasa, Gurih, Manis, dan Pedas
tribun jateng/m syofri kurniawan
mie kwitiau Noodle House

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Herlina Widhiana

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang identik dengan makanan yang memiliki cita rasa utama manis. Segala jenis makanan selalu ada sentuhan rasa manis. Termasuk hidangan berbahan dasar kwetiau. Biasanya direbus dengan kuah yang manis atau digoreng tanpa meninggalkan kecap manis.

Sedikit berbeda dari kwetiau yang disajikan Noodle House. Restoran yang terletak di Jalan Abdurrahman Saleh No. 150, Semarang itu, memberikan sensasi rasa yang beragam. Masih tetap ada manis tetapi tidak mendominasi.

"Saya paling suka rasanya, ada manis, gurih, dan yang penting pedasnya mantap," ujar seorang pengunjung, Rizki.

Dia mengaku baru pertama kali mencoba seporsi kwetiau daging cah cabe. Rizki menjelaskan, irisan cabe merah dan hijau menambah selera makannya. "Saya orang Semarang tetapi juga sedikit menyukai pedas dan menurut saya, kwetiau ini pedasnya pas," terang dia.

Variasi rasa yang disuguhkan memang benar adanya. Menurut Pengelola Noodle House, Wawan, semua bahan dari kwetiau daging cah cabe diolah secara tersendiri terlebih dulu, baru disatukan. "Baik dari kwetiau, daging, dan cah cabenya," kata dia.

Jika waktu pengolahan seporsi menu seharga Rp 19500 dihitung dari bahan mentah, membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahan yang diolah lebih dulu tentu daging sapi. Daging diiris tipis-tipis lalu digoreng hingga matang. "Proses penggorengan daging diberi bumbu agar ada rasanya," imbuhnya.

Akan tetapi, pengunjung tidak perlu khawatir harus menunggu lama. Bahan-bahan sudah disiapkan sebelum restoran menerima order. "Kalau sedang tidak ramai, hanya butuh waktu lima menit sampai kwetiau daging sapi cah cabe siap disantap," ungkap Wawan.

Tribun Jateng mendapat kesempatan melihat secara langsung proses pengolahan salah satu menu Noodle House itu. Pertama, kwetiau direbus terlebih dulu secara terpisah dari bahan lain. Lalu bumbu yang terdiri dari bawang putih, cabe merah dan hijau besar ditumis dengan minyak goreng.

Setelah harum, koki memasukkan larutan berwarna hitam. Dijelaskan oleh Wawan, bahwa cairan tersebut terdiri dari kecap manis, saus tiram, madu, cabe giling, kecap ikan, dan penyedap rasa. Tahap berikutnya, yaitu memasukkan irisan daging yang sudah digoreng.

"Terakhir siram daging cah cabe ke atas kwetiau rebus dan langsung bisa dinikmati selagi hangat. Rasa dari cairan hitam tadi yang membuat enak," beber pria berbaju kotak-kotak itu.

Selain kwetiau daging sapi cah cabe, Noodle House juga memberikan varian kwetiau lain. Yaitu kwetiau ayam kuah, kwetiau cap cay, kwetiau ayam ca jamur, kwetiau goreng, dan kwetiau goreng seafood. Menu bakmi juga merupakan menu andalan resto yang terletak tidak jauh dari Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Semarang itu.

"Kami juga menyediakan bakmi ayam, bakmi pangsit, bakmi daging sapi cah cabe, bakmi sapo seafood, bakmi ifumi seafood, dan menu lain yang patut dicoba," terang Wawan.

Noodle House buka sejak pukul 10.00 hingga 21.30 WIB. Bagi warga yang tinggal sekitar Manyaran, dapat melakukan delivery order dengan menghubungi 024 7611680. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved