Penerimaan CPNS
Skor Tes CPNS Pemprov Jateng Tertinggi 403
Batas minimun nilai 250, kemudian diberi rangking
Penulis: raka f pujangga | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Suko Mardiono, menerima dengan tangan terbuka peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemprov Jateng yang lolos seleksi. Menurutnya, kewenangan penerimaan berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) karena semua nilai diseleksi secara terpusat.
"Semua hasil tes yang menggunakan sistem komputerisasi CAT dikirim ke pusat. Jadi saya pasrah atas hasilnya karena pemerintah pusat yang menentukan," jelas Suko kepada Tribun Jateng, Minggu (17/11/2013).
Hasil tes CPNS di provinsi ini melalui computer assisted test (CAT) dan lembar jawaban komputer (LJK) yang diikuti 37.234 peserta dari pelamar umum akan diketahui pada 21 Desember nanti. Suko menyatakan instansinya akan membantu sesuai kewenangan bila ada peserta yang merasa dirugikan.
Dia berharap tes bersistem CAT itu bisa dilakukan pemerintah kabupaten/kota di provinsi ini pada seleksi penerimaan CPNS berikutnya. Sistem komputerisasi itu membuat seleksi menjadi transparan dan akuntabel sehingga meminimalkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Kepala Bidang Pengembangan Kepegawaian BKD Jateng, Juwandi, menyebut penentuan kelolosan hanya berdasarkan peringkat skor tes. BKN yang akan menyusun pemeringkatan nilai di masing-masing formasi.
"Batas minimun nilai 250, kemudian diberi rangking. Jika dibutuhkan perawat 70 orang, misalnya, yang akan menjadi CPNS mulai rangking 1 sampai 70. Sesederhana itu," jelas Juwandi.
Dia optimistis tidak ada kebocoran soal yang sudah diprogram dalam sistem CAT. Sebab, peserta yang terpandai pun tak mampu mendekati skor maksimal 500. "Hasil itu membuktikan tak ada kebocoran soal. Tidak ada skor mencolok," jelasnya.
Ada 10.004 peserta seleksi CPNS Pemprov Jateng yang berlangsung 7-15 November lalu di kampus Udinus. Sebanyak 674 orang tidak mengikuti ujian sehingga otomatis dinyatakan gugur.
Juwandi tidak tahu alasan ketidakhadiran para pelamar yang telah mendapat undangan tes tersebut."Peraih nilai tertinggi, 403, dari teknik kimia, sedangkan terendah 25. Peserta dengan skor terendah itu baru mengerjakan soal sebentar langsung keluar," ungkapnya. (raf)