Kasus Korupsi GLA

Handoko: Rina Pinjam Rp 6 Miliar untuk Maju Pilkada

Tony juga enggan menanggapi adanya beberapa lembar kuitansi senilai Rp 6 miliar yang ditandatangani mantan istrinya.

Handoko: Rina Pinjam Rp 6 Miliar untuk Maju Pilkada
Tribun Jateng/Galih Permadi
Bupati Karanganyar, Rina Iriani

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah kembali memeriksa delapan saksi kasus korupsi Perumahan Griya Lawu Asri (GLA), Rabu (27/11) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Satu di antara delapan saksi yakni mantan suami Bupati Karanganyar, Tony Iwan Haryono.

Toni merupakan Dewan Pengawas KSU Sejahtera yang juga mantan terpidana kasus korupsi GLA dan sudah bebas bersyarat. Selain Tony, mantan terpidana lain yang diperiksa yakni Fransiska Riana Sari merupakan Ketua KSU Sejahtera tahun 2007 dan Handoko Mulyono, ketua KSU Sejahtera tahun 2008. Kejati Jateng juga memeriksa beberapa pengurus partai politik di antaranya Romdloni, ketua DPC PPP Karanganyar.

Tony tiba di Kejari Solo sekitar pukul 09.30 dan diperiksa di ruang kerja Kasi Pidana Khusus Kejari Solo, Erfan Suprapto. Sekitar pukul 14.00 pemeriksaan Toni dipindah ke ruang pemeriksaan pidana khusus untuk di konfrontir dengan Handoko. Pemeriksaan Toni berakhir sekitar pukul 16.30.

Tony mengatakan pertanyaan pemeriksaan masih sama dengan pertanyaan yang dulu diajukan sebelum dirinya menjadi tersangka kasus korupsi GLA. “Pertanyaannya seperti dulu, saya dipanggil hanya untuk klarifikasi,” ujarnya.

Ditanya soal tuduhan pemalsuan tanda tangan yang dilayangkan Rina, Toni membantah.  Dirinya tidak pernah memalsukan tanda tangan Rina untuk kepentingan peminjaman uang. “Tidak ada. pinjam (uang) siapa,” kata Tony.

Tony juga enggan menanggapi adanya beberapa lembar kuitansi senilai Rp 6 miliar yang ditandatangani mantan istrinya. “Diliat saja nanti lah,” kata Tony sembari ngeloyor menuju mobil.

Pernyataan adanya beberapa lembar kuitansi senilai Rp 6 miliar yang ditandatangani Rina dilontarkan Mantan Ketua KSU Sejahtera, Handoko. Dana sebesar Rp 6 miliar merupakan dana pinjaman dari KSU Sejahtera untuk dipakai kampanye Pilkada Rina periode dua.

“Dalam setiap pengeluaran kami selalu ada keterangan pengeluaran. Istilahnya pinjaman dana bupati. Dana tersebut untuk membantu kampanye dia (Rina). Selama empat tahun saya menjalani hukuman, setahu saya uang tersebut belum dikembalikan ke negara,” ujarnya.

Terkait penyaluran dana dari Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) langsung kepada koperasi, Handoko menyatakan hal tersebut diperbolehkan. “Itu boleh kok, Permen (Peraturan Menteri)-nya ada kok. Kenyataannya kan bisa. Kementrian melakukan verifikasi dan tinjau lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Rina, Muhammad Taufiq mengatakan antara Rina dan KSU Sejahtera  tidak ada hubungannya. “Hubungannya kan kepada Tony. Dan saya tidak tahu Tony mengambil (uang) dari koperasi atau tidak,” ujarnya.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved