Binta Athivata, Bocah 10 Tahun Asal Kudus Juara Lomba Pidato Nasional
Masih ingin ikut lomba cerdas cermat (LCC) PAI
Penulis: m zaenal arifin | Editor: agung yulianto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Meski usianya masih bau kencur yaitu 10 tahun, namun Binta Athivata Tabriez sudah mengantongi beberapa prestasi yang membanggakan. Dia menjadi juara II lomba MTQ tingkat Jawa Tengah dan juara I lomba pidato tingkat nasional.
Binta mengikuti lomba MTQ tingkat Jawa Tengah mewakili Kabupaten Kudus di Banjarnegara pada 21 - 23 November lalu. Selang beberapa hari, dia juga mengikuti lomba pidato mewakili Jawa Tengah di Jakarta pada 24 - 28 November lalu.
Anak ketiga Direktur Utama CV Mubarokfood Cipta Delicia (Jenang Kudus Mubarok), Muhammad Hilmy, itu mengatakan, ketika mengikuti lomba di tingkat Jawa Tengah, tidak seberat ketika mengikuti lomba di tingkat nasional.
"Saya deg-degan juga ikut lomba pidato nasional karena banyak pesaingnya yang pintar dan cerdas," kata Binta saat ditemui di rumahnya di Barongan, Kota, Kudus, Selasa (3/11/2013).
Namun Binta selalu ingat akan pesan dan nasehat ibunya, Nujumullaily, agar selalu tenang dalam kondisi apa pun. Hal itu pun kemudian dia praktekan saat akan tampil dalam lomba pidato di hadapan para juri nasional dan ribuan penonton.
"Ibu selalu bilang, tenang, tenang, tenang. Saya yakinkan dalam hati agar tenang. Akhirnya bisa ngilangin rasa deg-degan," gadis kelahiran 18 Juni 2005 itu.
Saat lomba pidato, Binta membawakan materi "mensyukuri nikmat Allah". Dia berpidato dengan lancar diikuti beberapa dalil ayat Al-qur'an dan Hadist. Pidatonya pun mampu memikat perhatian dewan juri hingga dia ditetapkan sebagai juara I nasional. Meski sudah memiliki prestasi nasional, Binta ternyata masih memiliki keinginan mengikuti lain.
"Masih ingin ikut lomba cerdas cermat (LCC) PAI. Entah itu tingkat Jawa Tengah atau nasional," akunya.
Saat Siswi kelas V SDNU Nawa kartika Kudus itu menambahkan, untuk mencapai prestasi itu semua tidaklah mudah. Binta hari berlatih rutin sehari tiga kali. Latihannya itu pun selalu mendapat bimbingan dari seorang guru.
Ibunya, Nujumullaily mengatakan, Binta bisa mengikuti kedua ajang lomba tersebut, karena sebelumnya ia
memang naik podium di masing-masing level tersebut. "Proses seleksinya memang dari bawah. Setelah itu Kabupaten lalu
Provinsi hingga nasional," katanya.
Kecerdasan yang dimiliki Binta tentunya tidak datang tiba-tiba. Peranan orang tua sangat mendukung dalam mencapai prestasi yang diperoleh. Binta kerap diajak oleh ayahnya saat ada acara rapat di CV Mubarokfood. Bahkan saat ada acara resmi perusahaan, Binta juga diminta bercerita atau berpidato di depan karyawan Mubarokfood.
"Itu sekaligus untuk mengasah keberaniannya tampil di depan umum," ujar ibunya.
Untuk menunjang fisiknya, sang ibu pun rela menjadi asistennya dengan mengatur jadwal dan menyiapkan segala kebutuhan. Seperti menyiapkan jadwal dan kebutuhan lainnya.