Tujuh Orang Meninggal karena Demam Berdarah di Solo
Sebanyak 7 orang meninggal karena demam berdarah dengue (DBD) di Surakarta periode 2013 ini.
Penulis: galih priatmojo | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Galih Priatmojo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi warga Kota Solo. Dinas Kesehatan Kota (DKK) mencatat, pada tahun 2013 jumlah kasus penyakit tersebut melonjak dibanding 2012.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK, Efi Setyawati
Pertiwi mengatakan hingga pertengahan awal bulan Desember ditemukan sebanyak 259 kasus DBD. Diantara jumlah tersebut 7 penderita meninggal dunia.
"Hingga 7 Desember, kami menemukan sebanyak 259 kasus DBD. Tujuh penderita meninggal dunia, di mana pengidap DBD yang meninggal terakhir adalah warga Kelurahan Serengan," terangnya, Rabu (11/12). Tahun lalu hanya ada 30 kasus dan meninggal 2 orang.
Efi mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kasus tersebut. Selain perubahan cuaca dan iklim, kesadaran masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk juga masih rendah.
"Kami sampai kehabisan akal untuk menerangkan kepada warga, pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tersebut," ujarnya. (*)