Tak Pateni Kowe Nek Mlayu, Ahmad Kejar Siswo Partono
Sambil mengejar Siswo, Ahmad mengancam akan membunuhnya. Diduga Ahmad melarang Siswo agar jangan gelar pesta miras.
Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM,SOLO- Ahmad (35) mengalami babak belur akibat dikeroyok Teguh (30) dan Andi Triyanto (27), warga Kalirahman, Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (13/12) siang. Penyebabnya, Ahmad diduga mengancam akan membunuh ayah dari dua orang tersebut bernama Siswo Partono.
Margono (35) seorang saksi mengatakan, siang itu Ahmad berkunjung ke rumah Siswo. Padahal Siswo tidak mengenali Ahmad. "Pak Siswo diminta orang itu untuk tidak menggelar pesta miras (minuman keras) saat hajatan Minggu (15/12) besok," ujarnya.
Karena ketakutan, Siswo lari keluar rumah setelah mendapat ancaman akan dibunuh jika lari. "Pak Siswo pilih lari. Orang itu bilang 'ta pateni kowe nek mlayu'," ujar Margono menirukan Siswo Partono saat berlari dikejar Ahmad.
Ahmad mencoba mengejar Siswo sambil mengancam. Ancaman Ahmad, didengar kedua anak Siswo yaitu Teguh dan Andi. Tak terima ayahnya diancam, keduanya kemudian mengejar Ahmad dan tertangkap. "Setelah berhasil menangkap Ahmad, dua orang itu memukulnya. Namun Ahmad berhasil melarikan diri lagi," kata Margono.
Kapolsek Jebres, Kompol Edison Panjaitan mengatakan ayah dan dua anaknya meninggalkan rumah untuk menghindari aksi balas dendam korban. "Korban mendapat perawatan di RS Koestati. Korban sudah pulang ke rumahnya," ujarnya. Hingga Jumat sore polisi dan TNI masih berjaga-jaga karena ada kabar Ahmad akan balas dendam mengajak kelompoknya. (*)