BPBD Klaten Tambah Shelter di Jatinom Antisipasi Pengungsi Merapi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klaten akan menambah shelter pengungsi di 2014.
Laporan Tribun Jateng, Obed
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten akan menambah shelter baru untuk pengungsi di 2014 nanti. Tambahan itu melengkapi pembangunan 3 shelter untuk pengungsi tahun 2012.
Shelter itu akan dibangun di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom bersumber dari sebagian dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (rehab rekon) Merapi lanjutan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang diberikan ke BPBD Klaten sebesar Rp 47 miliar.
"Ada sisa sekitar Rp 4 miliar, dari perhitungan kami untuk alokasi dana rehab rekon Merapi sebesar Rp 47 miliar tahun kegiatan 2013/2014. Dana itu akan kami memanfaatkan untuk pembangunan shelter atau tempat pengungsian di Desa Gedaren,” tutur Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Klaten, Wachju Adhy Pratomo, di Klaten, Kamis (19/12).
Pertimbangan dari BPBD Klaten menambah sebuah shelter yang dekat perbatasan Kabupaten Boyolali-Klaten itu, untuk menampung warga dari wilayah Boyolali yang berada di perbatasan. Pasalnya, sesuai dengan pengalaman erupsi Gunung Merapi, sejumlah warga Boyolali selalu mengungsi ke Kabupaten Klaten terutama di Kecamatan Jatinom.
“Walaupun ini bukan untuk warga Klaten, tetapi dalam hal bencana yang sifatnya darurat, maka harus ada penanganan secepatnya. Pasalnya, dari pantauan kami, jika warga Boyolali tersebut mau mengungsi di wilayahnya, harus melalui jalan memutar, yakni naik gunung terlebih dahulu, kemudian turun melalui jalur evakuasi di Boyolali. Ini kan sangat membahayakan,” paparnya. (*)