Smart Shopping
Koleksi Batik Rachel Menumpuk di Lemari Rumah
Ternyata banyak nilai-nilai yang terkandung dalam selembar kain batik
Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto
AWALNYA, Rachel Anggita Putri tidak begitu gandrung terhadap baju-baju berbahan batik. Namun setelah mengikuti dan akhirnya terpilih sebagai Mbak Salatiga 2013, kecintaan itu tumbuh seiring berjalannya waktu. Koleksinya terdiri atas batik Selotigo dan Plumpungan yang merupakan dua corak batik khas Salatiga.
"Iya, awalnya tidak begitu paham soal batik. Semakin ke sini, jadi makin suka. Ternyata banyak nilai-nilai yang terkandung dalam selembar kain batik," ungkap Rachel kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.
Kesukaan muncul karena sebagai Mbak Salatiga, otomatis ia juga menyandang kewajiban menjadi duta wisata kota tersebut. Ia harus mengenalkan potensi Salatiga ke masyarakat, termasuk batik Salatiga.
Rachel pun banyak membaca literatur soal batik. Ia juga berburu kain dan baju-baju motif batik, khusunya corak Plumpungan dan Selotigo.
Ciri batik Salatiga menurutnya harus berdasarkan pada corak utama yakni batu. Untuk Plumpungan terdiri atas dua batu yang berhimpitan. Satu ukurannya lebih besar dari batu lainnya. Inspirasi corak ini didapat dari Prasasti Plumpungan sebagai catatan sejarah paling penting Kota Salatiga.
Sedangkan pada batik Selotigo, coraknya memiliki ciri khas beberapa batu, mengacu pada petilasan Watu Rumpuk yang juga merupakan bagian sejarah Kota Salatiga.
Kedua pola batik ini beraliran kontemporer dan cukup fleksibel dibentuk beraneka ragam motif. "Kelihatannya sederhana dengan corak utama batu. Tapi jika diselami, ternyata banyak filosofi di dalamnya," cerita Rachel.
Ia biasanya lebih memilih untuk membeli kain dari pada busana ready to wear. Alasan utama karena Rachel mengenakan hijab, sementara sebagian besar baju batik yang dijual di pasar ukurannya terlalu kecil untuknya. Model yang ia suka biasanya juga berlengan pendek sehingga harus dipadankan dengan manset.
Rachel biasanya menyulap bahan batik Plumpungan dan Selotigo menjadi dress panjang. Yang menjadi favoritnya rompi batik karena nanti bisa dipadu padankan dengan model yang lain. "Rompi batik juga sangat fleksibel. Bisa untuk acara santai, formal dan semi formal," imbuhnya.
Kini, koleksi batik Rachel menumpuk di almari pakaiannya sehingga terlihat lebih dominan dibandingkan baju-baju non-batik. Selain batik Salatiga, ia juga mencoba mengenal batik dari daerah lain. "Semua punya kelebihan karena menjadi ciri khas masing-masing daerah. Yang jelas saya bangga punya kekayaan budaya berupa batik," tandas Rachel. (msi)