Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tahun Baru 2014

Okupansi Hotel di Jogja 90 Persen, Didominasi Wisatawan Domestik

Apalagi Natal kali ini juga bersamaan dengan libur sekolah pesanan kamar

Editor: agung yulianto

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rina Eviana

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Bisnis perhotelan di wilayah Yogyakarta bergeliat. Memasuki libur Natal okupansi hotel-hotel di kota Gudeg terus merangkak naik. Rata-rata okupansi hotel mencapai 90 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Istidjab M Danunegoro, tingkat hunian hotel di Yogya mulai ramai sejak Selasa (24/12/2013). Kebanyakan para tamu yang menginap di hotel dari wisatawan domestik.

Istidjab mengutarakan dari 29 hotel bintang, okupansinya sudah mencapai 75 persen sejak sehari jelang Natal kemarin. Okupansi ini terus naik seiring momen libur tahun baru.

"Apalagi Natal kali ini juga bersamaan dengan libur sekolah pesanan kamar untuk keluarga terus ramai," ucap Istidjab, Kamis (26/12/2013).

Tak hanya hotel bintang, okupansi hotel melati juga terkerek momen libur akhir tahun. Istidjab mengatakan untuk hotel melati di kawasan ring satu atau sekitaran Malioboro mencapai lebih dari 90 persen.

"Kalau hotel non bintang secara keseluruhan rata-rata 70-an persen," imbuhnya. Meski peak season, menurut Istidjab tidak semua hotel di Yogya menerapkan tarif tambahan (surcharge).

Data PHRI hingga posisi Oktober 2013 jumlah hotel di wilayah Yogyakarta tercatat sebanyak 1.160 hotel. Terinci 60 di antaranya merupakan hotel bintang dengan jumlah 6.000-an kamar dan 1.100 lainnya merupakan hotel kelas melati dengan jumlah kamar sebanyak 12.660 kamar.

Banyaknya wisatawan yang menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru 2014 di Yogyakarta membuat permintaan sewa kendaraan roda empat naik.

Ketua Asosiasi Pengusaha Persewaan Kendaraan Yogyakarta, Nanang Tri Widyatmoko berujar kenaikan permintaan sewa kendaraan di wilayah ini naik sekitar 60 persen dibanding hari biasa.

"Memang permintaan naik, tapi tidak seperti Lebaran kemarin. Dengan jumlah armada yang disewakan permintaan masih bisa dihandle," ujar Nanang, Kamis (26/12/2013).

Permintaan sewa mobil kata Nanang mulai naik sejak 20 Desember kemarin hingga 6 Januari 2014 besok. Kebanyakan penyewa kendaraan berasal dari kalangan wisatawan domestik. "Lama sewa ada yang 4 hari sampai 10 hari," imbuhnya.

Pada peak season seperti saat ini menurutnya pengusaha persewaan kendaraan juga menaikkan tarif sewa mobil. "Kalau sewa rata-rata Avanza naik Rp 50 ribu dari tarif sewa normal Rp 300 ribu," imbuhnya.

Adapun sewa mobil dan sopir tarif naik Rp 100 ribu per kendaraan. "Kalau ramai seperti ini jalan macet, konsumsi BBM lebih boros. Makanya kalau tarif all-in naik Rp 100 ribu," kata Nanang.

Menurutnya meski harga sewa kendaraan roda empat saat libur akhir tahun, kenaikannya tak sebesar saat momen Lebaran. Saat ini jasa rental kendaraan yang tergabung di asosiasi tersebut, kata dia, jumlahnya sekitar 140 rent car.

"Meski permintaan sewa kendaraan tinggi, wisatawan tak perlu khawatir, mobil-mobil di rent car masih banyak yang tersedia," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved