OUTLOOK 2014

Hendrar Prihadi Fokus Peningkatan Jalan Wilayah Pinggiran

Berikut ini wawancara khusus dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi terkait outlook 2014.

Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: iswidodo
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTYAWAN
Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau biasa disapa HENDI 

Apa kontribusi Pemkot Semarang berkait dengan pengembangan bandara?
Saya berterima kasih pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani. Saya berharap, pada 2014 nanti pembangunan bandara tersebut sudah dimulai. Untuk melancarkan proses itu, Pemkot sudah membuat akses masuk Kali Siangker menuju ke bandara .

Apa tantangan yang dihadapi Pemkot Semarang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur?
Bagaimanapun juga kebutuhan masyarakat Kota Semarang yang mencapai 1,7 juta jiwa sangat kompleks. Misalnya, kami menyelesaikan satu jalan, maka akan muncul masalah lain laggi. Butuh keterlibatan masyarakat dalam hal pendanaan dan pikiran.
Kondisi alam Kota Semarang dengan adanya penurunan kondisi tanah jelas sangat berpengaruh dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi Kota Semarang yang telah terbentuk sejak 600-an tahun yang lalu dengan posisi di pesisir memerlukan penanganan dan karakteristik dalam pembangunan infrastrukturnya

Secara khusus, apa yang dipersiapkan Pemkot Semarang terkait pembenahan infrastruktur jalan pada 2014?
Jelas kami membuat program peningkatan jalan bukan hanya di pusat kota, melainkan juga pinggiran, bahkan hingga perbatasan. Untuk daerah rawan rob, pasti kami menggunakan konstruksi rigid pavement, berupa beton atau paving. Kami juga mendukung proyek pengadaan lahan untuk fly over Jatingaleh, pelebaran Jalan Siliwangi, dan sebagainya.

Bagaimana kebijakan Pemkot Semarang berkaitan penataan drainase?
Sejak beberapa tahun lalu ada pembangunan megaproyek dari pusat yang kami dukung, yaitu Waduk Jatibarang, Sungai Banjirkanal Barat, dan terakhir ini kolam retensi. Saya harap proyek itu bisa mengurangi persoalan banjir dan rob yang selama ini menghantui Kota Semarang.

Kalau Oemkot sendiri ada tiga pola penanganan drainase pada 2014. Untuk rencana jangka panjang dengan penerapan Perda Masterplan Drainase, implementasi saat telah mencapai 20 persen dari 21 subsistem drainase dengan proyeksi kebutuhan dana Rp 12,81 miliar.

Untuk jangka menengah, pembangunan drainase sesuai kemampuan keuangan daerah, berupa proyek Kali Tenggang dan proyek Kali Beringin, serta rintisan proyek Banjirkanal Timur. Terakhir, rencana jangka pendek dengan optimalisasi dan pemeliharaan drainase dan sarana prasarana pompa banjir dan pembangunan pusat-pusat pengendali banjir.

Adakah proyek yang menjadi fokus perhatian Pemkot Semarang berkaitan penataan drainase? Apakah upaya untuk mengatasi banjir dan rob pada 2014?
Ada pembangunan beberapa proyek untuk pengurangan rob dan drainase. Pada 2014 kami fokus pada sistem drainase Semarang Tengah, meliputi Kali Semarang berikut poldernya dan Kali Banger berikut sistem Polder Banger. Selain sungai besar, kami juga mendukung perbaikan saluran sekunder hingga kwarter pendukung fungsi pembangunan tersebut. Perkiraan kami, Polder Banger mampu mengatasi rob dan banjir di wilayah Semarang Tengah.

Lalu, kami juga menggarap sistem drainase Semarang Timur, berupa penataan Kali Tenggang, dan penyusunan detail engineering design saluran sekunder hingga kuarter pendukung fungsi pembangunan tersebut.
Selain itu, sistem drainase Semarang Tugu, berupa normalisasi Kali Beringin, fokus dan penyediaan lahan baik di hulu dengan embung-embungnya maupun pembebasan lahan di hilir sungai.

Sistem drainase Semarang Barat, mencakup Kali Silandak, saat ini masih dalam tahap penyiapan DED. Sementara untuk wilayah Semarang atas, kami berencana membangun drainase skala kawasan di Banyumanik dan Tembalang-Sigarbencah.
Semua sistem drainase itulah yang kami garap pada 2014. Tujuan utamanya tentu mengurangi masalah rob dan banjir di kota Semarang.

Pada akhir 2014 apa yang bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang dalam kaitan dengan infrastruktur ?
Beberapa proyek infrastruktur yang jelas bisa dinikmati adalah taaman-taman baru dengan beberapa fasilitas wifi. Lalu penggarapan pasar tradisional seperti Pasa Bulu. Juga tidak kalah penting kegiatan pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah (melewati Jalan Jolotundo), serta penataan jalan simpang Jrakah, yang akan memangkas waktu tempuh warga Semarang. Saya berharap Polder Banger juga sudah selesai sehingga kawasan Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, diharapkaan bisa bebas banjir. (tribuncetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved