Hasanudin Senang Bisa Berjualan di Kios Baru Pasar Kliwon Kudus

Kalau di kios darurat kan tempatnya kotor sekali. Apalagi kalau ada hujan

Hasanudin Senang Bisa Berjualan di Kios Baru Pasar Kliwon Kudus
Tribun Jateng/M Zainal Arifin
DARURAT - Sejumlah pedagang menggelar dagangannya di lapak darurat yang dibangun di depan Pasar Kliwon, Kudus, beberapa hari lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM. KUDUS - Sebanyak 439 pedagang Pasar Kliwon yang berjualan di kios dan los darurat sudah bisa kembali berjualan di dalam pasar usai terbakar pada 21 September 2011 lalu. Hal itu dikarenakan pembangunan blok A pasar Kliwon sudah selesai.

Pantauan Tribun Jateng, sebagian besar pedagang sudah membongkar kios dan los darurat yang dibangun di area parkir pasar, Senin (30/12/2013). Hanya tersisa beberapa kios yang berada di bagian timur yang masih dalam proses pembongkaran.

Seorang pedagang di blok A1, Hasanudin (30) mengatakan, dirinya sangat senang bisa kembali berjualan di dalam pasar. Selain tempatnya lebih rapi, juga dikarenakan lokasinya bersih sehingga tidak mengganggu kenyamanan pembeli.

"Kalau di kios darurat kan tempatnya kotor sekali. Apalagi kalau ada hujan, jalannya pasti selalu tergenang air," kata pedagang pakaian itu kepada Tribun Jateng.

Hanya saja untuk kembali berjualan di dalam pasar, Hasanudin harus mengeluarkan uang lagi untuk pembangunan kios yang jumlahnya lebih dari Rp 8 juta. Hal itu karena Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar hanya menyediakan bangunan lokasi berjualan saja. Sedangkan untuk lapak jualan, pedagang harus membangun sendiri.

"Jumlah itu untuk membangun lapak, pasang keramik, serta instalasi listrik. Jadi Dinas hanya membuat bangunannya saja dan memberi tanda tiap petaknya yang kemudian pedagang membangun sendiri," ujarnya.

Meski demikian, Hasanudin tetap senang karena itu hal yang wajar. Dia berharap, setelah jualannya pindah di dalam pasar akan semakin ramai pembeli karena tempatnya lebih bersih dibanding di kios darurat.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Sudiharti mengatakan, pemindahan pedagang tahap II ini sebanyak 439 pedagang. Mereka terbagi di blok A1 sebanyak 200 pedagang dan blok A2 sebanyak 239 pedagang.

"Ini adalah pemindahan terakhir. Jadi semua pedagang yang menjadi korban kebakaran dan menempati kios darurat selama dua tahun ini, sekarang sudah masuk dan jualan di dalam pasar," katanya.

Untuk pembangunan kios atau lapak, memang penjual dibebani untuk membangun lapaknya sendiri. Hal itu karena bukan menjadi tanggungjawab Dinas. Selain itu, dengan dibangunnya sendiri lapak maka pedagang bisa mendesain sesuai keinginan dan kebutuhan.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: agung yulianto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved