Cuaca Buruk
Stok Batu Bara PLTU TJ B Jepara Masih Cukup
Cuaca buruk di perairan Karimunjawa, Jepara, ternyata tidak berpengaruh pada operasional PLTU Tanjung Jati B yang ada di Desa Tubanan
Penulis: m zaenal arifin | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zaenal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, JAPERA - Cuaca buruk di perairan Karimunjawa, Jepara, ternyata tidak berpengaruh pada operasional PLTU Tanjung Jati B yang ada di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara. Stok batu bara bahan bakar utama PLTU yang berkapasitas 4x660 MW ini sudah diperbanyak jauh-jauh hari sebelum cuaca buruk melanda Laut Jawa.
Operasional empat unit PLTU yang memiliki kontribusi 12 % terhadap kehandalan listrik Jawa, Bali dan Madura ini tidak terganggu. Saat ini, stok yang tersedia di PLTU TJ B masih ada sekitar 600.000 – 700.000 ton batu bara.
"Stok tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan operasional PLTU TJ B sekitar 25 hari ke depan. Sebab untuk kebutuhan operasional empat unit PLTU TJ B dalam sehari, hanya membutuhkan sekitar 23.000 – 25.000 ton batu bara," kata Juru bicara PT PLN (Persero) Pembangkit Tanjung Jati B, Jepara, Sihono.
Namun, akibat cuaca buruk itu, tug boat "Sukur" yang merupakan pemandu kapal pengangkut batu bara tujuan PLTU TJ B memilih berlindung di Pulau Panjang. Tug Boat tersebut juga tidak berani beraktivitas karena kondisi cuaca maupun ketinggian ombak memang tidak memungkinkan.
Menurut Sihono, saat cuaca buruk tug boat pemandu kapal pengangkut batu bara PLTU TJ B memang tidak berani beroperasi. Oleh karena itu, jika ombak tinggi, tug boat memilih berlindung di Pulau Panjang.
"Sebab lokasi Pulau Panjang tidak terlalu jauh dari Dermaga Jeti PLTU TJ B. Selain itu aktivitas di pulau tersebut juga tidak terlalu ramai," jelasnya. (*)