Tanggul Jebol, 13 Desa di Grobogan Terendam Banjir

Bencana banjir kembali terjadi di Kabupaten Grobogan.

Tanggul Jebol, 13 Desa di Grobogan Terendam Banjir
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
WARGA TEGOWANU- Sejumlah warga tegowani berada di jalan yang terendam hingga airnya menyambung dari sawah melintasi jalan, Minggu (22/12/2013). Banjir diakibatkan oleh jebolnya tanggul Sungai Renggong. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Bencana banjir kembali terjadi di Kabupaten Grobogan. Kali ini ada 13 Desa dari tiga Kecamatan diterjang banjir bandang di dua Kecamatan yang disebabkan tanggul jebol di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan, Selasa (7/1/2013). Akibatnya ratusan rumah dan ratusan hektare sawah tergenang banjir.

Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Agus Sulaksono melalui Kasi Kedaruratan Masrikan mengatakan, jebolnya tanggul terjadi sekitar jam 23.00, Senin (6/1/2014). Kemudian, air dari tanggul sungai Tuntang mengakibatkan banjir.

Bencana banjir terjadi di 13 Desa disebabkan karena banjir bandang dari pegunungan kendeng selatan dan tanggul sungai yang dilewati sungai Tuntang jebol.

"Banjir ini melewati 13 Desa dari tiga Kecamatan memiliki ketinggian sekitar 50 centimeter sampai satu meter. Banjir hanya berlangsung beberapa jam pada malam hari dan sudah surut saat pagi harinya," katanya.

Selain itu, banjir juga mengakibatkan jembatan Dusun Tegalsari, Desa Sendangharjo, hanyut terbawa banjir.

Masrikan menjelaskan, tiga Kecamatan yang diterjang banjir adalah Kecamatan Karangrayung, Gubug dan Kedungjati. Dua kecamatan diantaranya Kecamatan Karangrayung dan Kedungjati disebabkan banjir bandang dari pegunungan Kendeng Selatan dan luapan sungai Tuntang.

Banjir di Kecamatan Karangarayung terjadi di Desa Karangsono tergenang 10 rumah, Sendangharjo 4 rumah, Cekel 3 rumah dan Jetis 30 rumah. Sedangkan untuk Kecamatan Kedungjati terjadi di Desa Klitikan ada 66 rumah , Jumo 148 rumah, Deras 134 rumah, Wates 781 rumah, Karanglangu 30 rumah dan Kedungjati 118 rumah.

"Sedangkan untuk Kecamatan Gubug banjir menggenangi Desa Ngroto sebanyak 810 rumah dan Desa Rowosari sebanyak 200 rumah. Banjir di Desa ini karena ada dua tanggul yang jebol bekas tanggul yang dulu pernah jebol," terang dia.

Untuk penanganan bencana banjir, lanjut Masrikan untuk penanganan tanggul jebol di sungai Tuntang telah meminta bantuan alat berat  Balai Besar Wilayah Pemali Juana untuk menutup tanggul.

Selain itu, BPBD Grobogan dan PMI juga telah memberikan bantuan logistik dan pembuatan dapur umum di balai Desa Ngroto yang dilakukan swadaya oleh warga sekitar. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved