Hendro Tidak Tidur Semalaman Akibat Banjir

Hendro Sugeng (48), warga RT 2 RW 5, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan, terlihat sibuk membersihkan rumahnya

Hendro Tidak Tidur Semalaman Akibat Banjir
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
BANJIR - Banjir menggenangi kompleks Perumahan Tlogosari, Kota Semarang Jateng, Selasa (7/1/2014). Banjir setinggi 50 sentimeter ini akibat hujan lebat yang mengguyur Semarang pada malam hari. Meskipun pemerintah sudah maksimal memperbaiki drainase sejak 2012 lalu, tidak bisa menampung debit air hujan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zaenal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGANHendro Sugeng (48), warga RT 2 RW 5, Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Grobogan, terlihat sibuk membersihkan rumahnya dari sampah yang terbawa banjir, Selasa (7/1). Rumahnya merupakan satu dari ratusan rumah di Desa Ngroto yang terendam banjir akibat tanggul Desa jebol.

"Tadi malam (kemarin; red) diberitahu warga lain kalau tanggul di pinggir desa jebol. Kemudian air cepat sekali masuk ke rumah," katanya.

Saat air memasuki rumahnya, Hendro pun kemudian cepat-cepat menyelamatkan barang berharganya seperti barang elektronik agar tidak rusak. Karena banyaknya air yang masuk, genangan air di rumahnya pun semakin meninggi.

"Saya sampai tidak tidur menyelamatkan barang-barang. Saya khawatir karena airnya terus meninggi sampai lutut," ujarnya.

Dia menceritakan, banjir di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug terjadi sekitar jam 23.00, Senin (6/1). Ketika itu, terjadi hujan lebat dan mengakibatkan sungai Tuntang meluber dan mengakibatkan dua tanggul Jebol.

Dia berharap pemerintah daerah atau pusat meninggikan dan melebarkan sungai tuntang. Selama ini, banjir yang sering terjadi karena tanggul terlalu kecil dan kedalaman sungai yang mulai dangkal.

Sementara itu, Camat Gubug Teguh Harjo Kusumo mengatakan, tanggul yang jebol ada dua lokasi. Tanggul pertama jebol sepanjang 10 meter dengan kedalaman 3 meter dan tanggul kedua tidak jauh dari lokasi yang sama juga jebol sepanjang 15 meter.

"Jebolnya tanggul itu merendam sembilan RT yang berada di RW 5 dan RW 6. Banjir ini juga menggenangi belasan hektare sawah tanaman padi yang baru ditanam satu minggu," katanya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved