Ketua Snex Pelan-pelan Ubah Suporter Pakai Sepatu
jika suporter bisa beralas kaki dan bersepatu, mungkin nanti akan bisa menarik penonton
Penulis: rival al manaf | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Banyaknya suporter yang datang ke stadion tanpa beralas kaki memang membuat suporter terlihat kasar dan 'urak'an. Hal tersebut juga diakui oleh Ketua Harian Snex, Dony Kurniawan.
Dirinya pun berniat akan mengadakan sosialisasi ke stadion dengan mengenakan alas kaki dalam waktu dekat. "Memang tidak bisa langsung mengubah, karena ini merupakan tradisi, tapi pelan-pelan akan kita coba," ungkap Dony Kurniawan kepada Tribun Jateng, Selasa (14/1/2014).
Menurutnya, jika suporter bisa datang ke stadion dengan bersepatu akan terlihat kedewasaan dan kerajinan mereka. Meski demikian juga tidak menjamin bahwa hal itu akan mengurangi terjadinya bentrokan antar suporter.
"Efeknya secara langsung ke tim mungkin tidak ada, hanya saja jika suporter bisa beralas kaki dan bersepatu, mungkin nanti akan bisa menarik penonton yang sebelumnya malas ke stadion jadi tertarik karena melihat suporter lebih rapi dan sopan," tambahnya.
Yohanes Bagas Ardio, seorang anggota Panser Satria Korwil Tlogosari misalnya, dirinya mengaku selalu mengenakan sepatu jika ingin menonton tim kebanggaannya PSIS Semarang.
"Dulunya hanya sedikit orang dari korwil kita, namun kelamaan semakin banyak, tahun ini, kita usahakan semua bisa beralas kaki jika ke Stadion," papar remaja yang akrab disapa Dio tersebut.
Dirinya melihat beralas kaki memang bukan kewajiban untuk bisa datang mendukung kesebelasan. Namun, menurutnya, dengan beralas kaki paling tidak akan terlihat rapi, sopan, sehingga bisa menjadi wujud penghormataan untuk PSIS Semarang.
Namun dirinya juga mmengajak rekan-rekannya sesama korwil untuk tidak mengejek suporter lain yang tak beralas kaki. "Yang kita perlukan adalah mengajak mereka, bukan mengejeknya, jika suporter sopan rapi, sapa tahu menarik pihak sponsor," paparnya.
Donny menambahkan, memang lebih baik suporter berdandan secara casual dan rapi sehingga tidak menunjukan kesan anarkis, dan urakkan. Namun, hal itu juga harus dibarengi dengan sikap yang benar-benar tidak anarkis.
"Terlebih lagi akan percuma jika kita dandan rapi namun tidak membayar tiket, mereka juga tidak mendukung hanya diam di stadion dan tidak bernyanyi membangkitkan semangat juga percuma," pungkas Donny Kurniawan. (val)