Smart Shopping
Harga Tak Jadi Masalah bagi Anna
Kalau di bawah 12 cm kurang terlihat pengaruhnya
Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto
SEPATU model ini sangat menginspirasi Anna Maria. Heels yang tipis menjulang hingga 15 cm menjadi andalannya dalam berbagai kesempatan. Mengenakan stiletto bukan hanya menambah kepercayaan diri, namun membuat Anna mampu tampil lebih ekspresif.
Jadi, tidak hanya saat melakoni pekerjaan sebagai model dan penyanyi Anna mengenakan stiletto. Dalam keseharian sebagai misal jalan dan hangout bersama teman pun ia tak lepas dari stiletto. Heels 15 cm menjadi andalannya.
"Kalau pakai sepatu hak tinggi itu harus yang tinggi sekalian. Kalau di bawah 12 cm kurang terlihat pengaruhnya. Terkesan biasa-biasa saja, kurang seksi" cerita Anna kepada Tribun Jateng.
Hak tinggi menurut Anna bisa menambah aura pada penampilan seseorang. Ini bukan sekadar omong kosong. Secara teori, stiletto membuat pemakainya terlihat makin anggun mempesona.
Heels supertinggi akan memperbaiki postur. Bagian belakang yang tinggi membuat betis menegang untuk menjaga keseimbangan sehingga tampak lebih ramping dan jenjang. Begitu pula bagian pantat dan paha.
Bagian atas tubuh seperti bahu juga harus mengimbangi. Itu membuat otot pinggul dan pinggang juga melakukan hal serupa sehingga saat jalan pun terlihat sensual seolah bergoyang.
Dengan berbagai kelebihan stiletto, Anna tak segan belanja sepatu model tersebut manakala ada yang disuka. Ia biasanya ke Charles and Keith dan beberapa gerai sepatu lain di Semarang sebagai misal Elizabeth dan Donatello. "Harga sebenarnya tak jadi soal. Kalau murah tapi dipakai nyaman lebih bagus. Kisaran saya di angka Rp 400 ribu," katanya.
Penyuka kentang goreng ini mengaku paling suka stiletto model plump. Meski memiliki heels yang sangat tipis dan tinggi, plump bisa menyangga tubuh dengan baik karena sol depan tebalnya sekitar lima cm. Untuk berdiri berlama-lama pun tidak mudah merasa capai.
Anna sudah mengenakan stiletto sejak beberapa tahun lalu. Pertama menurutnya memang terasa kurang nyaman. Namun semakin lama ia justru ketagihan. Penyuka junk food itu bahkan betah berlama-lama di atas heels tinggi. Delapan jam menjadi waktu terlama ia memakai stiletto.
Ia sadar sepatu jenis ini memiliki bahaya yang mengintai karena tubuh harus senantiasa menegang dan betis harus bekerja lebih keras saat menopang badan.
Anna memiliki trik tersendiri agar tidak cepat lelah yakni topangan kaki saat berdiri bergantian. Jika ada waktu ia juga melakukan pemijatan di kaki untuk mengendorkan syaraf yang tegang. (Tribun Jateng cetak/msi)