Bos PT Sritex Meninggal
HM Lukminto Pedagang Klewer Sukses Bangun Sritex Terbesar Asia Tenggara
HM Lukminto dulu pedagang kain di Pasar Klewer Solo kemudian sukses membangun pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara.
TRIBUNJATENG.COM- Siapa tak kenal Sritex. Perusahaan tekstil bernama lengkap PT Sri Rejeki Isman itu dikenal luas di Solo dan sekitarnya. Bahkan kini telah menjelma menjadi pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara. Dibangun HM Lukminto tahun 1966 hingga kini tahan terpaan krisis ekonomi dunia tahun 1998 dan 2008.
HM Lukminto yang dulu adalah pedagang kain di Pasar Klewer Solo kemudian membangun pabrik tekstil tahun 1966. Dan kini PT Sritex telah memiliki 26 ribu karyawan, yang berada di beberapa titik lokasi area usaha perusahaan tersebut. Lokasi pabrik di Gompang Kartasura memanjang di pinggir jalan jalur selatan Kartasura-Solo. Dengan pagar tembok setinggi lebih dari 2 meter mengelilingi area pabrik.
Demikian juga area pabrik di Sukoharjo, yang berlokasi di sebelah barat daya kota Sukoharjo. Menempati area bekas persawahan itu, kini sudah menjelma menjadi "kota baru" dengan ribuan karyawan tiap hari kerja di pabrik tekstil kenamaan tersebut.
Akes jalan dibangun dan perekonomian masyarakat di lingkungan tersebut cepat tumbuh. Perumahan baru, rumah makan, pedagang serta perkampungan bermunculan turut mendapat berkah pembangunan pabrik Sritex. Kini usaha Sritex makin lengkap mulai dari proses pemintalan (spinning), pertenunan (weaving), finishing kain yang terdiri dari pencelupan (dyeing) dan percetakan (printing). Dan tentu saja konveksi pembuatan pakain jadi atau garmen. Sehingga Sritex bisa mandiri tak tergantung bahan baku maupun konsumen.
PT Sritex telah punya 21 unit pabrik terdiri dari 9 pabrik pemintalan, 3 pabrik pertenunan dan pabrik penyempurnaan yang terdiri atas pabrik pencelupan dan pabrik pencetakan serta 6 pabrik konveksi.
Pendapatan PT Sritex tahun 2011 mencapai Rp 2,32 triliun dan naik di tahun 2012 menjadi Rp 2,85 triliun. Produk Sritex sekitar 78 persen untuk memenuhi pasar ekspor. Pasar di Eropa sudah dikuasai melalui Jerman. Seragam-seraga tentara di Eropa memesan ke Sritex.
Selain seragam militer negara-negara di Eropa, Sritex juga memasok seragam militer ke Selandia Baru, Timur Leste, New Guinea dan lain-lain. Malaysia pun pesan ke Sritex. Praktis PT Sritex merupakan pabrik tektil terbesar di Asia Tenggara yang telah memasok pakaian militer ke 26 negara, termasuk seragam NATO. (*)