PENANGANAN BENCANA DI JATENG
Bupati Kudus Musthofa akan Bujuk Pengungsi Pindah dari Bawah Jembatan
Bupati Kudus Musthofa akan membujuk para pengungsi yang masih nekat tinggal di bawah jembatan Tanggulangin agar bersedia dipindah.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, M zainal arifin
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus Musthofa janji akan membujuk dan berikan sosialisasi kepada 200an warga yang masih ngotot mengungsi di bawah jembatan Tanggulangin. Bupati tetap akan berupaya meski para pengungsi enggan dipindah dari bawah jembatan dengan alasan dekat dengan rumah tinggal mereka.
Mereka mengungsi di bawah jembatan sejak 31 Januari silam dikala rumah-rumah mereka terendam banjir. Lantaran tempat pengungsian yang disediakan tidak mencukupi, kemudian mereka mencari tempat sendiri. Akhirnya mengungsi di bawah jembatan Tanggulangin. Di atas kepala mereka adalah jembatan jalan lalu lintas utama penghubung Kudus-Demak yang dilewati banyak kendaraan besar.
Padahal, berada di bawah jembatan sangat rawan bahaya. Selain dikhawatirkan jembatan ambrol, juga air sungai Wulan di dekatnya sewaktu-waktu bisa meluap karena masih sering turun hujan lebat.
"Meski sudah dilakukan pendekatan oleh Kepala Desa, namun warga tetap menolak dipindahkan. Karena itu, dibutuhkan penyadaran akan bahaya yang mengancam mereka," kata Bupati Kudus, Musthofa, Jumat (7/2/2014).
Untuk itu, Pemkab Kudus akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Sosialisasi tersebut intinya diberikan penjelasan kepada mereka bahayanya berada di bawah jembatan.
Khususnya aliran air sungai wulan, menurutnya, disampaikan kepada mereka bahwa kenaikan air tidak hanya aliran dari Kudus saja. Melainkan juga ada tambahan dari Grobogan, Pati dan Demak. Sehingga, kenaikan air tidak bisa diprediksi.
Pemberian penyadaran melalui sosialisasi kepada warga ini juga atas pertimbangan dari Muspida yang terdiri dari Kodim, Polres, Sekda, Wabup, dan lainnya. (*)