Futsal Piala Eropa
Tundukkan Rusia, Italia Juara Piala Futsal Eropa
Kemenangan yang luar biasa, kita bertahan, menyerang
Penulis: rival al manaf | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim nasional Futsal Italia akhirnya meraih gelar juara Piala Futsa Eropa setelah di partai fina di Antwerp, Belgia, Minggu (9/12/2014) dini hari tadi menundukan Rusia dengan skor meyakin kan 3-1.
Gol Azzuri dicetak oleh Gabriel Lima 6', Murilo 13' dan Giasson 18'. Gol balasan tim Eropa Timur di cetak oleh Eder Lima di menit ke 9' dengan gol tersebut Eder Lima pun mendapat gelar top skorer dengan raihan delapan gol.
Italia memang tampil lebih dominan dengan peluang dan shoot on goal lebih banyak, tercatat. Gabriel Lima dkk menciptakan 14 tembakan ke arah gawang, sementara Rusia hanya sebelas kali.
Meski demikian tiga menit awal menjadi milik Rusia saat mereka langsung menekan dan mengurung pertahanan Italia. Eder Lima pun sempat beberapa kali membuat Mammarella jatuh bangun menghalau tendangannya.
Kesempatan pertama Azzuri dimiliki Fortino di menit ke empat, namun sepakannya juga berhasil di blok oleh penjaga gawang Rusia. Kapten Italia akhirnya mampu membuat Italia lebih unggul saat berhasil mengkonversi umpan Saad hasil sepak pojok menjadi gol.
Empat menit kemudian Rusia menyamakan kedudukan, Eder Lima mencetak gol kedelapannya di musim ini dengan sepakan dari jarak jauh.
Namun kedudukan imbang tidak bertahan lama, empat menit kemudian Itali kembali memimpin. Kini Gabriel Lima menjadi kreator gol yang di cetak Murilo melalui umpan lambungnya.
Italia semakin menjauh di akhir babak pertama melalui Daniel Giasson. Skor 3-1 pun akhirnya bertahan hingga turun minum. Meski demikian, di 20 menit kedua tidak ada gol terjadi, dan Italia memastikan gelar juara.
"Kemenangan yang luar biasa, kita bertahan, menyerang, dan mengumpan dengan baik, hampir tidak ada kesalahan," ungkap pelatih Italia, Menichelli seperti di lansir dari uefa.com
Meski terlihat menang dengan mudah dari pada saat di fase grup namun Mammarella menandaskan, perjuangan ini bukanlah jalan yang mudah, dia mengaku sempat kesulitan dibabak penyisihan.
"Ini tidak akan tercapai tanpa dukungan suporter, dan kemenangan ini untuk mereka, semoga mampu membayar dukungan mereka," sambungnya.
Gelar ini merupakan gelar kedua Italia setelah mereka berhasil menjadi kampiun di turnamen yang sama pada tahun 2003. Namun, kala itu, Azzuri bertindak sebagai tuan rumah.