Ginda: Korban Penusukan di Stadion Manahan Bukan Anggota Pasoepati
Rilis resmi dari kepolisian memang belum ada terkait motif penusukan
Penulis: galih permadi | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sabar Kasmir (47) yang meninggal akibat ditusuk di Stadion Manahan Solo, bukan merupakan anggota pendukung Persis Solo, Pasoepati. Kasus tersebut bukan adanya dendam antarsuporter.
Hal ini dinyatakan Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferrachtriawan, Rabu (12/2/2014). Menurutnya penusukan diperkirakan adanya dendam pribadi, bukan antarsuporter.
“Rilis resmi dari kepolisian memang belum ada terkait motif penusukan. Sampai hari ini belum ada laporan bahwa yang ditusuk tersebut merupakan seorang Pasoepati,” ujarnya.
Hubungan Pasoepati dengan Panser Biru atau Snex, dinilai Ginda baik-baik saja. “Dibilang korban warga Demak belum tentu dia Panser Biru atau Snex. Selama ini Pasoepati dengan Panser Biru atau Snex baik-baik saja kok,” ujarnya.
Sementara itu, Ginda akan mengumpulkan para dirijen Pasoepati terkait yel-yel atau sorakan yang mengandung rasis. Karena saat laga uji coba Timnas U-19 melawan Tim Pra PON Jateng beberapa waktu lalu, sorakan rasis masih terdengar suporter dari tribun utara.
“Saya ingin mengumpulkan sembilan dirijen dari utara, selatan, dan timur agar dukungan tidak mengandung rasis. Kemarin tribun utara masih ada rasis, kemudian diberi sorakan dari tribun selatan dan timur yang mengindikasikan menolak rasis,” ujarnya.
Ginda mengaku dapat masukan dari masyarakat, bahwa masyarakat suka dengan nyanyian dan kreasi dukungan Pasoepati.
“Tapi masyarakat tidak suka dengan sorakan rasis. Karena saat pertandingan juga ada anak-anak,” ujarnya.
Suporter, kata Ginda, hanya akan mengikuti arahan dari dirijennya, sehingga dibutuhkan pemahaman bagi dirijen. “Kalau suporter kan kalau disuruh dirijen nyanyi, ya mereka akan nyanyi. Kalau disuruh sorakan rasis, mereka akan mengikuti arahan dirijen. Jadi butuh satu pemahaman,” ujarnya. (gpe)